HANKAM

Di INDOMALPHI ke-30, Kemhan RI Tekankan Serangan Siber Telah Masuk Pelabuhan dan Pusat Komando Maritim

Strahan
Direktur Kerja Sama Internasional Pertahanan Ditjen Strahan Kementerian Pertahanan RI Brigjen TNI M. Lufti memimpin forum INDOMALPHI ke-30. (Foto: Dok. Kemhan RI)

Jakarta, IDM – Delegasi tiga negara, yakni Indonesia, Malaysia, dan Filipina, menggelar forum INDOMALPHI Joint Working Group Meeting on the Trilateral Cooperative Arrangement (JWG Meeting on the TCA) ke-30 di Bandung, Jawa Barat, Selasa (28/4).

Pertemuan trilateral ini digelar dalam kerangka kerja sama pertahanan dan keamanan maritim kawasan.

Direktur Kerja Sama Internasional Pertahanan Direktorat Jenderal (Ditjen) Strategi Pertahanan (Strahan) Kementerian Pertahanan RI Brigjen TNI M. Lufti memimpin forum tersebut.

Baca Juga: TNI AL dan Australia Siapkan Standar Tempur Baru di Indo-Pasifik

Dalam sambutannya, Lutfi mengatakan bahwa pertemuan tahun ini memiliki makna yang sangat strategis, bertepatan dengan peringatan ke-10 implementasi INDOMALPHI TCA.

Lutfi menyebutkan bahwa kerja sama dari INDOMALPHI telah berhasil menjaga stabilitas koridor maritim Laut Sulu-Sulawesi. Namun, ancaman yang dihadapi kini semakin kompleks, termasuk ancaman digital dan penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk kepentingan yang merugikan keamanan kawasan.

delegasi
Para delegasi dari tiga negara membahas berbagai agenda penting, di antaranya trilateral maritime patrol (TMP) pembaruan dari maritime command centres hingga kerja sama intelijen. (Foto: Dok. Kemhan RI)

“Kita saat ini masih menghadapi ancaman yang bersifat asimetris dan digital. Kita telah menyaksikan bagaimana kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan untuk radikalisasi massal, dan ancaman nyata serangan siber berbasis AI terhadap infrastruktur pelabuhan serta Pusat Komando Maritim kita,” kata Lutfi.

Baca Juga: Brigade Parako 2 Pasgat Gelar Apel Kesiapan Pengamanan Hari Buruh Nasional: Utamakan Pendekatan Humanis

“Ini bukan skenario masa depan, ini adalah ancaman nyata yang harus kita antisipasi,” tutur dia.

Forum INDOMALPHI tahun ini digelar pada 27 hingga 30 April 2026. Para delegasi dari tiga negara membahas berbagai agenda penting, di antaranya perkembangan trilateral maritime patrol (TMP), trilateral air patrol (TAP), pembaruan dari maritime command centres (MCCs), dan kerja sama intelijen, termasuk pemetaan jalur penyelundupan di area of maritime interest (AMI).

“Forum ini diharapkan dapat memperkuat kemitraan trilateral demi menjaga perdamaian, keamanan, dan stabilitas kawasan maritim,” tulis siaran pers Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.