TNI AD Selesaikan 2 Jembatan Bailey di Bener Meriah Lebih Cepat dari Target

Jakarta, IDM – TNI AD merampungkan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Senin (12/1). Jembatan Bailey dibangun usai wilayah tersebut terkena banjir bandang dan tanah longsor yang memutuskan akses transportasi warga.
Jembatan Jamur Ujung 1 dibangun menggunakan konstruksi Bailey tipe 3-1 sepanjang 36 meter atau 15 petak. Pengerjaan jembatan ini memanfaatkan material dari Kementerian Pertahanan serta dukungan Yonzikon 13/KE dan Yonzikon 14/SWS, dengan melibatkan 60 personel satuan Menzikon.
Baca Juga: Lonjakan ISPA dan Hipertensi di Pengungsian, Marinir Perkuat Layanan Kesehatan di Tapanuli Selatan
Jembatan ini berhasil dirampungkan lebih cepat dari yang ditargetkan dan mencapai progres 100 persen pada 7 Januari 2026.
Sementara itu, Jembatan Jamur Ujung 2 dibangun dengan tipe Bailey 2-1 (Akropanel) sepanjang 24 meter atau 8 petak menggunakan material dari Denzipur 3/ATD. Pengerjaannya melibatkan 44 personel gabungan dari Yonzikon 13/KE dan Yonzikon 14/SWS, dan tuntas 100 persen pada 11 Januari 2026.
Warga setempat menyambut gembira rampungnya dua jembatan tersebut. Umar, salah seorang warga Jamur Ujung, mengungkapkan bahwa sejak jembatan terputus, aktivitas masyarakat, terutama pengangkutan hasil pertanian dan kebutuhan pokok, sangat terbatas.
Baca Juga: Gugur Ditembak OPM, Kopda Satria Taopan Dimakamkan di TMP Dharma Loka Kupang
“Sekarang jembatan sudah bisa dilewati, aktivitas kami kembali normal. Kami sangat berterima kasih kepada TNI yang sudah bekerja keras membantu masyarakat,” ujarnya.
Berdasarkan informasi, dua jembatan tersebut berada di ruas strategis Bireuen–Bener Meriah–Takengon yang menjadi jalur vital penghubung antarkabupaten utama untuk distribusi logistik dan aktivitas perekonomian masyarakat. Rampungnya jembatan ini memungkinkan mobilitas warga kembali berjalan normal. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































