Lonjakan ISPA dan Hipertensi di Pengungsian, Marinir Perkuat Layanan Kesehatan di Tapanuli Selatan

Jakarta, IDM – Kasus infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dan hipertensi mendominasi keluhan kesehatan pengungsi pascabencana di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara.
Temuan tersebut didapat dari pemeriksaan di tiga titik pengungsian di Desa Huta Godang, Kecamatan Batang Toru. Lingkungan yang lembab, berlumpur, serta keterbatasan air bersih membuat warga rentan mengalami gangguan kesehatan.
Merespons kondisi itu, satuan tugas pasukan reaksi cepat penanggulangan bencana melalui Batalion Kesehatan (Yonkes) 1 Marinir turun langsung memperkuat layanan kesehatan bagi warga terdampak, Senin (12/1).
Baca Juga: Operasi Senyap: Satgas TNI Selamatkan 18 Pekerja Freeport dari OPM
Di lapangan, personel Yonkes 1 Marinir melakukan pemeriksaan rutin sekaligus pengobatan luka. Layanan yang diberikan meliputi pengecekan tekanan darah, konsultasi kesehatan umum, hingga perawatan luka terbuka.
Perawatan luka menjadi prioritas karena banyaknya material sisa bencana dan kondisi air yang kurang bersih, yang berpotensi memicu infeksi serius seperti tetanus dan selulitis.
Komandan Peleton Kesehatan di lapangan, Lettu Laut (K) Tri Rahmat Widada, mengatakan layanan tersebut diberikan agar warga mendapatkan penanganan cepat tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke fasilitas kesehatan permanen yang sebagian juga terdampak bencana.
“Hal ini dilakukan untuk memastikan warga mendapatkan penanganan cepat tanpa harus menempuh jarak jauh ke fasilitas kesehatan permanen yang mungkin terdampak bencana,” kata Tri Rahmat, dikutip dari keterangan Pasmar 1.
Baca Juga: Banjir Jakarta Utara Lumpuhkan Pademangan, TNI AL Buka Area Penampungan Kendaraan Mogok
Data pemeriksaan di tiga titik pengungsian itu kemudian menjadi dasar penguatan layanan kesehatan agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
“Kehadiran Satgas PRCPB Marinir di tengah masyarakat juga diharapkan memberikan rasa aman sekaligus dukungan moril bagi para korban dalam menghadapi masa pemulihan,” ucapnya.
Kegiatan layanan kesehatan ini menjadi bagian dari komitmen TNI AL melalui jajaran Korps Marinir untuk terus hadir di tengah kesulitan rakyat, khususnya dalam misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana alam di berbagai wilayah Indonesia. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































