HANKAM

TNI AD Pasang Jembatan Bailey di Sumatra, Ada yang Beratnya 24 Ton

TNI AD
Proses pemasangan jembatan Bailey di Kabupaten Pasaman Barat. (Foto: Dok. Humas BNPB)

Jakarta, IDM – TNI AD bergerak cepat memasang jembatan Bailey pascabencana di Sumatra. Ada beberapa titik yang jadi prioritas utama pembangunan yaitu jembatan Sikabau di Kabupaten Pasaman Barat, jembatan Supayang dan Bawah Kubang di Kabupaten Solok, serta jembatan Padang Mantuang di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat.

Dilansir dari keterangan Humas BNPB, Kamis (11/12), salah satu jembatan yang dikerjakan prajurit TNI AD adalah di Kabupaten Pasaman Barat.

Baca Juga: Prabowo Apresiasi TNI AD Bangun 400 Sumber Air Bersih di Wilayah Papua

"Jembatan berbobot 24 ton ini menggantikan penghubung Sikabau–Lembah Melintang yang terputus 12 meter akibat banjir. Jembatan tipe 1-1 dengan panjang 18 meter ini ditargetkan selesai dan dapat dilalui masyarakat pada 12 Desember 2025," tulis Humas BNPB.

Rampungkan Pembangunan Jembatan Bailey di Tapanuli Tengah

Sementara itu, dilansir dari keterangan Penkodam I/Bukit Barisan (BB), proses pemasangan Jembatan Bailey di titik Jembatan Anggoli, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, rampung 100 persen pada Rabu (10/12).

Jembatan Bailey
Pemasangan Jembatan Bailey di titik Jembatan Anggoli, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, rampung 100 persen pada Rabu (10/12). (Foto: Dok. Penkodam I/BB)

Sebanyak 40 personel Satgas Yonzipur I/DD yang dipimpin Danyonzipur 1/DD Letkol Czi Andri Prasetyo Wibowo dikerahkan untuk menuntaskan pembangunan jembatan sepanjang 33 meter (11 petak) tipe 2-1 tersebut.

Jembatan Bailey
(Foto: Dok. Penkodam I/BB)

Dijelaskan dalam proses konstruksi, satgas merakit berbagai material utama, di antaranya panel, gelagar lintang, gelagar lantai luar, gelagar lantai dalam, serta penjepit pemikul lintang. Selain itu digunakan pula topang sisi, bingkai siku-siku berikut bautnya, tiang ujung jantan, tiang ujung betina, plat dasar, bancik pemasangan dan siku-siku angin.

Baca Juga: TNI AD Bergerak Sukseskan Intruksi Presiden Bangun Jembatan di Seluruh Pelosok Negeri

"Seluruh komponen tersebut dirakit secara teliti untuk menghasilkan struktur jembatan yang kokoh dan aman dilewati," tulis keterangan Penkodam I/BB.

Untuk mendukung kelancaran pekerjaan, satgas juga mengoperasikan satu unit Mobil Trado Yap Crane, dua unit dump truck, dan satu unit mobil NPS. Kendaraan-kendaraan ini berperan penting dalam mengangkut serta mengangkat komponen jembatan selama proses pemasangan berlangsung. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.