HANKAM

TNI AD Libatkan Santri Milenial Kelola Lahan untuk Ketahanan Pangan

Agroforestry
Kawasan Agroforestry Gunung Hejo, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. (IDM/Faisal Ramadhan)

Purwakarta, IDM – TNI AD di Purwakarta menggandeng Santri Milenial mengelola lahan tidur untuk ketahanan pangan. Lahan ini baru saja diresmikan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat membuka program Agroforestry (Wanatani) di Kawasan Gunung Hejo, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Rabu, (5/2/2025).

Menurut Ketua kelompok kerja (Pokja) Tani Haji Asep D'ai (52) ditemui di kawasan Gunung Hejo, Kabupaten Purwakarta, Kamis, (6/2/2025) total ada 12 kelompok tani yang diajak TNI AD mengelola lahan tersebut termasuk petani muda.

Baca Juga: Panglima TNI Dorong Kerja Sama Kontra Terorisme antar Angkatan Bersenjata Negara Indo-Pasifik

"Ada petani muda yang ikut terlibat. Di sini namanya kelompok Santri Milenial, ada juga istilah dari pemuda (karang taruna) karena kita memang butuh generasi-generasi muda, saat ini kebanyakan petani-petani usia 60 tahun ke atas, makanya kita pembaruan, kolaborasi dengan biar bergandengan," kata Asep.

Lebih lanjut menurut Asep, para Santri Milenial yang terlibat sekitar 25 orang dari total 302 petani.

"Mereka tertarik (anak muda) mereka itu senangnya main komputer, telepon genggam, ketika kita perkenalkan dengan sistem pertanian yang gaya seperti ini mereka tertariklah, mindset mereka langsung berubah," kata Asep.

Baca Juga: Dua Lanud TNI AU Optimalisasi Lahan, Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional

Untuk diketahui, TNI AD juga menggandeng PT Elevarm, platform layanan dan produk pertanian yang menghadirkan para ahli pertanian dari akademisi. Kawasan Agroforestry Gunung Hejo, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat memiliki luas 200 hektare dan sudah ditanam berbagai pohon keras (buah-buahan), dan tanaman palawija lainnya.

Selain itu di kawasan ini terdapat 12 titik air dan 8 embung yang dibangun TNI AD Zeni dan sudah disemaikan ikan Nila sebanyak 1,2 ton. Berikutnya terdapat pula peternakan kambing berjumlah 200 ekor hasil kawin silang antara kambing Garut dan Australia, 1000 ekor ayam persilangan Indonesia-Brazil. Di kawasan ini juga terdapat budidaya Maggot untuk pakan ayam dan ikan dan budidaya Azolla. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.