
202 Siswa Lulus Pendidikan Infanteri TNI AD
Sebanyak 202 Perwira Muda Abituren Akademi Militer (Akmil) TA 2025 lulus pendidikan infanteri TNI AD.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Sebanyak 202 Perwira Muda Abituren Akademi Militer (Akmil) TA 2025 lulus pendidikan infanteri TNI AD.

Para pensiunan TNI Angkatan Udara yang tergabung dalam Alumni Akademi Angkatan Udara 1995 KATGA 95 menginisiasi dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) TNI AU Cikopo untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak didampingi Gubernur Jawa Barat Dedy Mulyadi melihat hasil panen cabai di kawasan agroforestry Gunung Hejo, Purwakarta, Jawa Barat (5/7).

Untuk mendukung pemerintah terkait program ketahanan pangan, Batalyon Armed 9 menggelar panen raya di kebun pepaya sebagai bagian dari program ketahanan pangan satuan pada Selasa (29/4) di wilayah Yonarmed 9 Kostrad, Purwakarta, Jawa Barat.

Pendidikan siswa bermasalah di barak militer kerja sama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dan TNI AD telah memasuki hari kelima.

TNI AD di Purwakarta menggandeng Santri Millenal mengelola lahan tidur untuk ketahanan pangan. Lahan ini baru saja diresmikan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat membuka program Agroforestry (Wanatani) di Kawasan Gunung Hejo, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Rabu, (5/2/2025).

Hari Rabu, (5/2/2025) Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak resmi membuka program Agroforestry (Wanatani) di Kawasan Gunung Hejo, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Personel TNI Angkatan Darat membantu petani menanam bibit bawang di kawasan Gunung Hejo, Purwakarta, Jawa Barat, (6/2).

TNI AD membangun 200 hektare lahan pertanian dan menggandeng 302 petani di Kawasan Gunung Hejo, Purwakarta, Jawa Barat. Kawasan ini jadi contoh Agroforestry dan diresmikan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Rabu, (5/2/2025).

Pagi-pagi sekali di tanggal 23 Oktober 1948, pasukan Belanda melakukan penumpasan dan pembersihan besar-besaran di wilayah Bendul, Purwakarta. Belanda geram dan marah besar pascakereta api logistik mereka terguling di kawasan tersebut. Belanda mensinyalir aksi itu dijalankan oleh sebuah organisasi ekstrim bernama SP 88 (Satoean Pemberontak 88). Alhasil dua pentolan SP 88 Uswata dan Darja ditangkap dan dihukum mati tak lama kemudian.