HANKAM

TNI AD Kerahkan 920 Prajurit Tangani Kebakaran Hutan dan Lahan

Penanggulangan Karhutla.
Penanggulangan Karhutla di Riau menggunakan Helikopter. (Foto: Dok. Pendam I/BB)

Jakarta, IDM – TNI AD dari Kodam I/Bukit Barisan mengerahkan 920 prajurit sebagai Satuan Tugas Darat yang akan bersinergi dengan BNPB, BPBD, Polda Riau dan pihak terkait lainnya dalam upaya pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Hal ini dipastikan saat Pangdam I/BB, Mayjen TNI Rio Firdianto, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Karhutla Riau yang digelar di Balai Serindit, Rumah Dinas Gubernur Riau di Pekanbaru beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Sambut Pasukan Khusus TNI yang Latgab di Australia, Dankoopssus: Investasi Penting Keamanan Kawasan

"Mudah-mudahan dukungan kami bisa bermanfaat, dan berharap seluruh masyarakat bisa bersama-sama serta bahu membahu untuk menciptakan Riau bebas asap," kata Rio dikutip keterangan Pendam I/BB, Jumat (25/7).

44 orang jadi tersangka kasus Karhutla

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengungkapkan bahwa saat sudah ada 44 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus Karhutla.

Penetapan tersangka kasus Karhutla.
Penetapan tersangka kasus Karhutla di Riau. (Foto: Dok. BNPB)

Menurutnya sejak Januari hingga Juli 2025, Karhutla di Riau terjadi bukan karena alam, tapi karena ulah tangan manusia.

“Ini bukan karena panas semata. Ini karena dibakar. Kita sudah bertahun-tahun menyaksikan pola ini. Ini bukan kebetulan. Ini ulah manusia,” kata Suharyanto dikutip keterangan BNPB.

Baca Juga: Dankormar: Rekam Jejak Satria Kumbara Keluar dari Marinir Karena Kehidupan Hedonis, Punya Utang 750 Juta

Ia meminta masyarakat menghentikan praktik membuka lahan dengan cara membakar. Karena kalau sengaja membakar, bui akan menanti.

"Mulai saat ini, jika warga melihat atau mencurigai aktivitas serupa, jangan diam. Laporkan jika ada yang coba membakar lahan. Jangan tunggu api menyebar, karena tiap percikan bisa jadi awal petaka. Hutan bukan milik siapa-siapa, tapi tanggung jawab kita semua. Mari kita jaga bumi seisinya," kata Suharyanto. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.