HANKAM

TNI AD Kerahkan 3.333 Personel Amankan KTT ASEAN 2023 di Labuan Bajo

Apel pemeriksaan kesiapan
Apel pemeriksaan kesiapan personel dan materiil dalam rangka pelaksanaan Pengamanan KTT Asean Summit ke-42 di Labuan Bajo, bertempat di Mako Brigif 21/Komodo, Kupang, Selasa (2/5). (Foto: Dok. Dispenad)

Jakarta, IDM - TNI AD mengerahkan sebanyak 3.333 personelnya ke Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, untuk mengamankan pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN 2023 yang berlangsung pada 9 hingga 11 Mei 2023.

Dalam keterangan resminya Dispenad, Kamis, (4/5) Komandan Satuan Tugas Pengamanan Wilayah (Dansatgas Pamwil), Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Sonny Aprianto mengatakan Seluruh personel yang dilibatkan dalam Satgas Pamwil nantinya akan terbagi dalam beberapa Sub Satgas dan Unsur Pendukung yang akan membantu Satuan Tugas lainnya dalam melaksanakan tugas sesuai dengan fungsinya masing-masing.

Baca Juga: Diikuti oleh Ratusan Petembak, TNI AU Gelar Kejurnas Menembak Kasau Cup 2023

Sementara, Satgas Evakuasi yang dipimpin oleh Kasrem 161/Wira Sakti Kolonel Cpl Simon Petrus Kamlasi sebagai Dansatgas Evakuasi dan Kasiter Kasrem 161/WS Kolonel Kav Djefri Marsono Hanok selaku Wadan Satgas Evakuasi, beserta perkuatannya akan melaksanakan tugas pokok berupa Operasi Siaga Bencana apabila terjadi bencana alam.

Apel pemeriksaan kesiapan
(Foto: Dok. Dispenad)

Adapun pasukan yang terlibat Satgas Pamwil dan Evakuasi yaitu dari satuan yang berkedudukan di Bali maupun di NTT, diantaranya Brigif 21/Komodo, Yonif RK 744/SYB, Yonif 743/PSY, Yonif Raider 900/SBW, Yonif Mekanis 741/GN, Yonarmed 20/GS, Yonarhanud 9/AWJ, Yonzipur 18/YKR, Denkav 4/SP, Kikav KKA dan Balak jajaran Kodam IX/Udayana terkait serta seluruh satuan Kodim wilayah jajaran Korem 161/WS. Selain itu, masing-masing satuan juga mengerahkan beberapa alat perlengkapan dan materiil yang dimilikinya.

Baca Juga: KSAL Promosi Kerja Sama Stabilitas Kawasan di IMDEX Asia 2023

Selanjutnya, dalam pelaksanaan pergeseran pasukan dan materiil Pam KTT ASEAN di Labuan Bajo melalui jalur darat dan jalur laut, diantaranya KRI Banjarmasin berangkat dari Pelabuhan Tenau, Kupang, NTT. Sedangkan KRI dr. Soeharso mengangkut personel dan matriil dari Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali.

Saat melaksanakan pengecekan di Pelabuhan Benoa, Pabandya Operasi Staf Ops Kodam IX/Udayana Letkol Inf M. Adriansyah mengatakan bahwa pengecekan yang dilaksanakan pada hari ini untuk memastikan kesiapan personel dan materiil yang akan berangkat melaksanakan Pengamanan KTT ASEAN di Labuan Bajo.

“Berangkat menuju Labuan Bajo akan dilaksanakan pada besok pagi dengan menggunakan Kapal KRI dr. Soeharso, dan tidak ada yang terlambat saat berangkat,” katanya. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.