TNI AD Kehilangan Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon

Jakarta, IDM - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyebut TNI AD sangat kehilangan tiga prajurit yang gugur di Lebanon.
Hal ini dikatakannya saat memimpin upacara pelepasan tiga jenazah tersebut beberapa waktu lalu. Ketiga jenazah gugur saat melaksanakan tugas sebagai Pasukan Penjaga Perdamaian PBB yang tergabung dalam Satgas United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon Selatan.
Baca Juga: Presiden Beri Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
"Hari ini kita menerima kepulangan jenazah tiga prajurit terbaik bangsa yang gugur dalam pelaksanaan tugas sebagai Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Lebanon. Kami sangat kehilangan. Mereka adalah putra-putra terbaik yang kami pilih untuk melaksanakan tugas perdamaian,” kata Maruli dikutip dari keterangan Dispenad, Senin (6/4).
Lebih lanjut Maruli mengatakan gugurnya ketiga prajurit tersebut menjadi duka mendalam bagi TNI, khususnya TNI AD. Namun, pengorbanan mereka juga menjadi pengingat bahwa setiap penugasan prajurit selalu mengandung risiko dan pengorbanan yang tulus demi bangsa dan kemanusiaan.
Namun kata Maruli, pengorbanan tersebut tidak akan mengurangi komitmen TNI dan TNI AD untuk terus berkontribusi dalam misi perdamaian dunia. Justru semangat, dedikasi, dan keberanian para prajurit yang gugur harus menjadi teladan bagi seluruh prajurit di manapun berada dan bertugas.
Baca Juga: 40 Pamen TNI AD di Papua Naik Pangkat, Pikul Tanggung Jawab Besar
Kemudian Maruli juga memastikan bahwa seluruh hak para prajurit yang gugur akan dipenuhi, dan keluarga yang ditinggalkan akan tetap menjadi bagian dari keluarga besar TNI AD. Negara, tegasnya, juga akan terus memberikan perhatian dan dukungan penuh.
Untuk diketahui ketiga prajurit terbaik bangsa, yaitu Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































