TNI AD: Batalion Teritorial Beri Kontribusi Besar untuk Pemerintah Daerah

Jakarta, IDM – Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan keberadaan satuan baru yaitu Batalion Teritorial Pembangunan (Yon TP) berikan kontribusi besar untuk pemerintah daerah (Pemda).
"Sementara untuk efektivitasnya, sejauh ini keberadaan Yon TP yang sudah tergelar telah memberikan kontribusi besar, khususnya dalam mendukung pemerintah daerah," kata Donny kepada wartawan di Jakarta, Kamis (23/4).
Baca Juga: Didatangi Dubes Sudan, Menhan Sjafrie Buka Peluang Kerja Sama Industri Pertahanan
Ia mencontohkan kehadiran batalion baru ini bisa mengatasi atau membantu ketika bencana alam.
"Contoh nyatanya dapat kita lihat sendiri pada penanganan bencana di wilayah Sumatra beberapa waktu lalu, dimana kehadiran satuan-satuan ini secara signifikan mempercepat respons di lapangan, baik untuk evakuasi maupun membantu pemulihan infrastruktur dan wilayah demi menormalisasi kembali kehidupan masyarakat terdampak bencana," jelas Donny.
Tak hanya itu Donny lebih lanjut memastikan kontribusi batalion ini untuk ketahanan pangan juga efektif.
Baca Juga: TNI AD akan Bangun 157 Satuan Bantuan Tempur dan Administrasi
"Begitu juga dalam hal ketahanan pangan, dimana mereka menjadi pionir yang menggerakkan masyarakat untuk mengolah lahan-lahan ketahanan pangan di daerah," jelas Donny.
Untuk diketahui saat ini TNI AD sudah membangun sekitar 30 Brigade Teritorial Pembangunan (BTP) dan 155 Batalion Teritorial Pembangunan (YTP). Dimana proses pengembangannya berjalan secara bertahap dan berlanjut sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































