Didatangi Dubes Sudan, Menhan Sjafrie Buka Peluang Kerja Sama Industri Pertahanan

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan Duta Besar Sudan untuk Indonesia H.E. Yassir Mohamed Ali di Kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta Pusat, Selasa (21/4).
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas pentingnya penguatan kerja sama pertahanan yang berlandaskan prinsip mutual respect dan mutual benefit.
Baca Juga: Koops TNI Habema Koordinasi dengan Polri Kejar OPM Penembak ASN di Yahukimo
“Termasuk kerja sama industri pertahanan, pembentukan kerangka formal kerja sama, serta langkah awal peninjauan lapangan guna memperoleh gambaran situasi secara objektif dan menyeluruh,” kata Sjafrie dalam keterangan pers, Kamis (23/4).
Bagi Indonesia, soliditas angkatan bersenjata merupakan elemen penting dalam menjaga stabilitas nasional.
“Dan TNI berperan sebagai safety belt bangsa yang menjaga kedaulatan negara sekaligus mendukung keberlangsungan pembangunan nasional,” tutur Sjafrie.
Baca Juga: TNI AL Percepat Digitalisasi Tata Kelola, Wakasal: Pengambilan Keputusan Harus Cepat
Sjafrie mengatakan, pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat hubungan historis Indonesia-Sudan yang telah terjalin panjang, dilandasi kedekatan nilai, sejarah, dan semangat saling menghormati.
Dalam konteks misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Indonesia juga pernah mengirimkan pasukan perdamaian misi UNMISS dan UNISFA. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































