TNI AD Bangun Koramil di Zona Merah OPM

Jakarta, IDM - TNI AD dari Yonif 754/ENK berhasil membangun Komando Distrik Militer (Koramil) di zona merah Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Dilansir dari keterangan Penyonif 754, Senin (15/12), lokasi tersebut berada di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.
Baca Juga: Kemhan RI-Jepang Bahas Pelaksanaan OSA untuk Penguatan Kapabilitas Pertahanan Indonesia

Dijelaskan bahwa dahulu bangunan yang sekarang dijadikan Markas Koramil pernah dibakar OPM, Kelompok Undius Kogoya Kodap VIII/Intan Jaya.
Pembangunan Markas Koramil ini juga melalui infiltrasi secara humanis. Yonif 754 dipimpin Lettu Inf Tandia Liansyah berhasil menyampaikan maksud dan tujuan kepada seluruh elemen masyarakat untuk membangun Koramil di Distrik Hitadipa.

"Setelah melakukan proses musyawarah dengan seluruh elemen masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan pemuda, mereka sepakat untuk menerima dan setuju untuk membangun Koramil yang berada di tengah- tengah masyarakat di Distrik Hitadipa," tulis keterangan Penyonif 754.
Untuk diketahui di tahun 2022 kelompok OPM membakar bangunan SD dan SMP di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua. Selain melakukan pembakaran, mereka juga menganiaya warga sipil dan guru. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































