HANKAM

TNI AD Bangun Huntara dari Kayu Gelondongan saat Banjir Bandang di Aceh

Huntara
Tampak huntara yang dibangun TNI AD dari gelondongan kayu banjir di Aceh. (Foto: Dok. Dispenad)

Jakarta, IDM – TNI AD berkolaborasi dengan Kementerian Kehutanan, BNPB, Universitas Gadjah Mada dan Rumah Zakat berhasil membangun hunian sementara (Huntara) dari material kayu gelondongan yang hanyut saat banjir bandang Aceh.

Dilansir dari keterangan Dispenad, Senin (2/1), yang membagikan lewat unggahan video tampak para penyintas banjir di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, mulai menempati hunian sementara berbahan kayu meski fasilitas dasar seperti listrik dan kamar mandi belum tersedia pascabencana banjir bandang.

Baca Juga: 220 Pelatih Tentara Ditatar di Bandung, Ini Tujuannya

"Rumah huntara kayu berukuran 6x6 meter dengan dua kamar itu dibangun di atas tanah milik Abdullah sendiri, dengan material pembangunan rumah dari kayu gelondongan yang hanyut di bawah banjir saat melanda kawasan itu," tulis keterangan Dispenad.

Dijelaskan bahwa pembangunan ini melibatkan prajurit TNI AD dari Batalion Zeni Tempur 5/Arati Bhaya Wighina.

"Kayu yang terbawa banjir dipotong-potong dan yang mengklasifikasi layak atau tidaknya kayu ini adalah dari Kementerian Kehutanan. Jadi ini adalah kolaborasi lintas sektor," kata Komandan Batalion Zeni Tempur 5/Arati Bhaya Wighina, Letkol Czi Wahyu Wuhono.

Ia menjelaskan bahwa dalam pembangunan satu rumah bisa diselesaikan dalam waktu 3 hingga 4 hari. "Sekarang sudah terbangun 30 rumah targetnya 100 rumah terbangun," jelas Wahyu.

Baca Juga: Perkuat Komcad, Menhan Sebut 4.000 ASN Kementerian/Lembaga akan Dilatih Dasar Militer

Sementara itu, penyitas banjir di Huntara kayu, Abdullah mengaku bersyukur atas pembangunan rumah ini.

"Alhamdulillah, sudah ada rumah sementara, ketimbang hidup di tenda pengungsian lebih susah, malam hari dingin dan siang hari panas. Di sini lebih layak," kata Abdullah. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.