HANKAM

Perkuat Komcad, Menhan Sebut 4.000 ASN Kementerian/Lembaga akan Dilatih Dasar Militer

Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin
Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin saat memberikan arahan kepada peserta retret PWI di Pusat Kompetensi Bela Negara Cibodas. (IDM/Nirmala Maulana)

Jakarta, IDM – Kementerian Pertahanan RI akan melatih sekitar 4.000 aparatur sipil negara (ASN) pendidikan dasar militer untuk memperkuat komponen cadangan (komcad).

Hal ini disampaikan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin saat memberikan pengarahan ke peserta retret Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Pusat Kompetensi Bela Negara, Cibodas, Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/1).

Menhan Sjafrie mengatakan, Presiden RI Prabowo Subianto sudah memberikan instruksi kepada seluruh kementerian atau lembaga bahwa ASN yang berumur 18-35 tahun agar mengikuti pelatihan dasar militer untuk masuk sebagai komponen cadangan.

Baca Juga: Adaptasi Dinamika Peperangan Modern, Prajurit Korpasgat Pertajam Kemampuan Operasional Drone

“Tetapi mereka bukan diprioritaskan sebagai prajurit TNI,” ujar Sjafrie.

Sjafrie menjelaskan bahwa pelatihan dasar militer atau bela negara termaktub dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 Pasal 30.

“Setelah mengikuti pelatihan dasar militer, (mereka) kembali ke posisi semula sebagai ASN di kementerian/lembaga,” kata Menhan RI.

Baca Juga: Kodam XX Tuanku Imam Bonjol Kebut Pembersihan Sekolah dan Pesantren di Sumbar

Untuk semester pertama tahun 2026, pelatihan dasar militer akan dilakukan terhadap sekitar 4.000 ASN kementerian/lembaga yang ada di Jakarta.

Sjafrie mengatakan, negara harus mempersiapkan diri dalam menghadapi ancaman fisik maupun nonfisik, termasuk menyiapkan komcad.

“Kita nanti punya komponen (cadangan) yang cukup besar. Itulah cara negara mengantisipasi ancaman fisik maupun nonfisik,” kata Sjafrie. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.