Tinjau Pitch Black ’22, Pangkoopsudnas: Saya Bangga Atas Capaian Kontingen TNI AU

Jakarta,IDM - Panglima Komando Operasi Udara Nasional (Pangkoopsudnas) Marsdya TNI Andyawan Martono meninjau kontingen TNI Angkatan Udara (TNI AU) yang mengikuti latihan Pitch Black 2022 di Royal Australian Air Force (RAAF) Base, Darwin, Australia, Selasa (6/9).
Kedatangan Pangkoopsudnas di RAFF Base turut disambut oleh Australia Chief of Air Force (CAF) Air Marshal Robert Chipman.
Dalam kunjungannya, Andyawan berpesan agar pengalaman berpartisipasi dalam latihan bersama Pitch Black 2022 dapat dimanfaatkan sebaik mungkin dan menjadi pelajaran positif bagi TNI AU di masa depan.

Apresiasi dan rasa bangga juga turut disampaikan Pangkoopsudnas kepada para personel TNI AU yang turut dalam latihan multinasional ini. Ia kemudian berpesan agar seluruh seluruh kontingen TNI AU, baik penerbang, ground crew dan Kolat selalu mengutamakan keselamatan dan senantiasa menjaga kesehatan selama latihan.
“Saya sangat bangga dan mengapresiasi partisipasi kontingen TNI AU dalam Latihan Pitch Black,” tegas Pangkoopsudnas seperti dikutip dari keterangan Dispenau.
Pada kesempatan yang sama, Australia CAF Air Marshal Robert Chipman menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif TNI AU selama mengikuti latihan Pitch Black 2022.
“TNI AU dan RAAF dapat saling bertukar ilmu dan pengalaman serta makin mempererat hubungan antara kedua angkatan udara,” harap Robert. (yas)
Hankam

Ini Cara Kerja Radar Pertahanan Tentukan Posisi Sasaran
Sistem radar pertahanan udara mengandalkan tiga parameter utama—jarak (range), arah (azimuth), dan ketinggian (altitude)—untuk mendeteksi serta melacak posisi sasaran secara akurat dalam ruang tiga dimensi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































