Tingkatkan Sistem Pelatihan Tempur, Dankodiklatal Resmikan Penggunaan Tactical Training System

Jakarta, IDM - Komandan Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI AL (Dankodiklatal) Letjen (Mar) Suhartono meresmikan penggunaan sarana Tactical Training System (TTS), Surabaya, Selasa (19/9).
Dikutip dari keterangan Pen Kodiklatal, Rabu (20/9), Tactical Training System adalah aplikasi untuk mensimulasikan strategi pasukan dalam berbagai skenario pertempuran.
Baca Juga: Membaca Sejumlah Kebijakan Menhan Prabowo dalam Buku “Politik Pertahanan”
Aplikasi ini menggambarkan berbagai terrain (peta atau daerah pertempuran) dan asset, seperti pasukan dan perlengkapannya, alutsista atau material tempur yang dibentuk menyerupai bentuk asli.
Aplikasi ini pada dasarnya merupakan suatu alat yang digunakan dalam memberikan pelajaran maupun menyusun skenario suatu strategi dalam pertempuran yang di dalamnya terdapat tiga mode, yaitu monitoring, exercise, dan editor.
Suhartono menyampaikan, Tactical Training System dapat bermanfaat dalam proses belajar dan mengajar di Kodikmar hingga Kopaska yang membutuhkan alat tersebut sebagai sarana latihan.
Baca Juga: Panglima Yudo Pastikan Perayaan HUT ke-78 TNI Terpusat di Monas
"TTS ini adalah yang pertama, jadi harus banyak update program dan butuh pendamping dari mitra sehingga para pengawak yang anggota Kodikmar, dapat menggunakan dengan mudah," kata Suhartono.
"Pelihara alat ini dengan baik, karena ini merupakan bagian dari 10 komponen pendidikan yang memang harus ada di lembaga pendidikan," imbuhnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































