Panglima Yudo Pastikan Perayaan HUT ke-78 TNI Terpusat di Monas

Jakarta, IDM - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono mengatakan pihaknya saat ini tengah menyiapkan perayaan HUT ke-78 TNI pada 5 Oktober mendatang. Ia memastikan kegiatan bakal dipusatkan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.
"Nanti kita selenggarakan secara serentak di seluruh wilayah nusantara, tapi terpusat di Monas," ujar Yudo di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (20/9).
Baca Juga: Kodiklatal Gembleng 101 Prajurit Calon Pasukan Khusus TNI AL
Yudo menyebut HUT ke-78 TNI di Monas akan diwarnai dengan pameran alutsista yang dapat dinikmati masyarakat. Ia mengaku akan melapor pada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait persiapan agenda tersebut.
"Nanti akan saya laporkan ke Presiden, sementara kita siapkan di Monas, supaya masyarakat semua tau, ikut menikmati HUT TNI ini," tutur dia.
Baca Juga: Membaca Sejumlah Kebijakan Menhan Prabowo dalam Buku “Politik Pertahanan”
"Karena kalau di Istana kelihatannya kurang cukup untuk menempatkan alutsista," sambung Yudo.
Selain menampilkan alutsista yang selama ini memperkuat pertahanan negara, peringatan HUT ke-78 RI juga bakal dimeriahkan dengan demonstrasi kolose senapan dari prajurit tiga matra. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































