Tingkatkan Mutu Pendidikan Taruna, Gubernur AAL Kunjungan Kerja ke Jepang

Jakarta, IDM - Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL) Laksamana Muda TNI Denih Hendrata dan Aspers KSAL Laksamana Muda TNI Irwan Achmadi, melakukan kerja ke Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) Command and Staff College, di Jepang.
Dikutip dari keterangan Pen AAL, Senin (19/9), kegiatan yang diadakan selama hari, yakni dari 11-15 September 2022 ini juga mengunjungi National Defense Academy (NDA), dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan siswa Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) dan taruna AAL.
Denih dan Irwan beserta rombongan berkesempatan meninjau secara langsung fasilitas dan sarana prasarana serta mendapatkan informasi perihal kurikulum dan metode pendidikan di JMSDF dan NDA Jepang.
Selain itu, mereka juga berkesempatan bertemu dan berinteraksi dengan para taruna AAL yang melaksanakan pendidikan di NDA Jepang.
Pada akhir kunjungan kerja, dilaksanakan pertukaran plakat dan koin serta tour facility di sekitar komplek JMSDF yang dipimpin Vice Admiral Madono Tomohiko dan NDA dipimpin Mr Kubo Fumiaki. (at)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































