HANKAM

Tingkatkan Kemampuan Airdrop dan Evakuasi Medis Hadapi Bencana, TNI AU dan RAAF Gelar Latihan Bersama

Pesawat angkut C-130J
Pesawat angkut C-130J melakukan airdrop logistik dalam latihan bersama RAAF di Morotai, Maluku Utara. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – Upaya mengasah kemampuan prajurit soal medical evacuation (medevac) dan airdrop, TNI Angkatan Udara dan Royal Australian Air Force (RAAF) melaksanakan latihan Rajawali Ausindo di Morotai, Maluku Utara, Kamis (6/11).

Dalam latihan bersama tersebut, letusan gunung berapi di Halmahera Utara yang mengakibatkan terputusnya akses logistik menjadi latar belakang latihan.

Baca Juga: Dikunjungi Kemenko Polkam, PT DI Jelaskan Sedang dalam Pengembangan Drone MALE dan Rudal Nasional

Untuk itu, dalam mendukung misi kemanusiaan tersebut pihak TNI AU menurunkan pesawat angkut C-130J dari Skadron Udara 31 dan 37 Squadron RAAF mengirimkan logistik melalui airdrop.

Sebanyak 10 bundle CDS dan LCADS dijatuhkan tepat di zona yang telah ditentukan yang dipandu personel Dalpur Denmatra I Korpasgat. Kehadiran tim Dalpur memastikan akurasi penyaluran bantuan sehingga dapat segera dimanfaatkan para korban bencana.

Sementara itu, menindaklanjuti tingginya jumlah korban luka serta keterbatasan fasilitas kesehatan di Morotai, Incident Commander mengeluarkan Air Tasking Order (ATO) untuk pelaksanaan evakuasi medis udara (Medevac).

Dengan metode Engine Running Onload, TNI AU dan RAAF memindahkan pasien ke Manado yang memiliki fasilitas medis lebih lengkap.

Baca Juga: Latihan MOT 2025 Berakhir, TNI AU Tingkatkan Kesiapan Operasi Udara Terpadu

Latihan bersama tersebut dirancang untuk meningkatkan kompleksitas operasi sekaligus mempererat kolaborasi seluruh unsur, mulai dari aircrew, satuan pangkalan di Lanud Sam Ratulangi dan Lanud Leo Wattimena, personel Dalpur, hingga tim kesehatan.

Sinergi ini diharapkan semakin memperkuat koordinasi dan kesiapan TNI AU serta RAAF dalam menghadapi berbagai tantangan operasi HADR di masa mendatang. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.