HANKAM

Tingkatkan Jiwa Korsa Prajurit, Puslatpurmar-6 Antralina Gelar Tradisi Makan Bersama

Tingkatkan Jiwa Korsa Prajurit, Puslatpurmar-6 Antralina Gelar Tradisi Makan Bersama
Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Marinir-6 Antralina

Jakarta,IDM - Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Marinir-6 Antralina menggelar acara tradisi makan bersama untuk meningkatkan jiwa korsa, kebersamaan, dan keakraban para prajuritnya. Kegiatan makan bersama ini digelar di Mako Puslatpur Marinir-6 Antralina, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (21/9), usai melaksanakan latihan Latfungsi II Opsrad.

“Tradisi makan bersama yang diikuti oleh para Perwira, Bintara dan Tamtama ini diharapkan bisa menjadi sarana komunikasi antar para prajurit guna mempererat hubungan dan persaudaraan agar tercipta jiwa korsa yang tinggi bagi setiap prajurit Puslatpur Marinir-6 Antralina,” jelas Komandan Puslatpurmar-6 Antralina, Letkol Marinir Ombun Tarera Sipahutar.

Ombun menjelaskan kegiatan ini juga sekaligus menjadi kegiatan pendukung yang menunjang tugas satuan. “Kebersamaan itu merupakan wujud kepedulian dan kesederhanaan bagi para anggota. Kegiatan seperti ini jangan berhenti sampai disini, namun harus terus dilakukan dan dipertahankan," imbuhnya.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.