Tim Patroli Koops TNI Habema Temukan Honai Persembunyian OPM, Sita Senpi dan Munisi

Jakarta, IDM - TNI lewat Komando Operasi (Koops) TNI Habema berhasil menemukan sebuah honai yang menjadi tempat persembunyian Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) di sekitar Kampung Abundoga, Intan Jaya, Papua Tengah, Kamis (16/7).
Penemuan honai tersebut merupakan tindak lanjut dari rangkaian informasi intelijen yang mengindikasikan adanya rencana aksi bersenjata terhadap aparat keamanan dan kegiatan konsolidasi OPM di wilayah tersebut.
“Setelah melalui proses pengintaian, verifikasi, dan perencanaan yang matang, pasukan bergerak menuju lokasi untuk mengamankan sasaran dengan tetap mengedepankan keselamatan masyarakat,” kata Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol (Inf) M. Wirya Arthadiguna dalam keterangan pers, Jumat (17/7).
Baca Juga: 898 Taruna Selesaikan Pendidikan Pertama Akademi TNI, Empat dari Timor Leste
Dalam pelaksanaan operasi keamanan, tim patroli Koops TNI Habema berhasil menguasai honai yang menjadi persembunyian OPM pimpinan Daniel Aibon Kogoya.
Dari lokasi, personel Satgas menyita satu pucuk senjata api organik jenis Lee Enfield kaliber 7,62 mm, dua pucuk senjata api rakitan kaliber 5,56 mm, satu pucuk senapan angin dalam kondisi terbongkar, sejumlah munisi, dan berbagai perlengkapan lain yang berkaitan dengan aktivitas kelompok tersebut.
“Tugas utama kami adalah memberikan rasa aman kepada masyarakat Papua. Setiap tindakan dilakukan secara terukur berdasarkan informasi yang valid, dengan tetap mengedepankan perlindungan terhadap warga sipil serta menghormati nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Wirya.
Baca Juga: Satgas Koops TNI Habema Amankan 5.000 Batang Ganja dari Dua Kampung di Papua Pegunungan
Wirya mengatakan, keamanan yang terjaga merupakan fondasi bagi berlangsungnya pembangunan dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat Papua.
Koops TNI Habema kembali mengajak seluruh anggota OPM yang hingga kini masih berada di hutan, agar menghentikan kekerasan dan memilih jalan damai.
“Negara tetap membuka ruang dialog dan kesempatan bagi siapa pun yang ingin kembali melalui jalur damai, bermartabat, dan sesuai ketentuan hukum. Bersama masyarakat, pemerintah, dan seluruh elemen bangsa, Papua yang aman, damai, dan sejahtera merupakan cita-cita yang harus diwujudkan bersama,” kata Wirya.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































