Tim Kesehatan Kostrad Selamatkan Prajurit dari Ledakan Ranjau

Jakarta, IDM - Tim dari Batalion Kesehatan (Yonkes) 2 Kostrad menyelamatkan prajurit dari ledakan ranjau darat.
Baca Juga: Jenderal Kopassus Teman Seangkatan KSAD Maruli Simanjuntak Jabat Wadan Kodiklatad
Aksi ini dilakukan sebagai simulasi saat gelaran Latihan Uji Siap Tempur Kompi Terintegrasi Divif 2 Kostrad yang dilaksanakan di Puslatpur Marinir Sumber Waru, Kecamatan Banyu Putih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

Dilansir dari keterangan Penkostrad, Selasa (4/10), dalam latihan tersebut tim evakuasi Yonkes 2 Kostrad berikan penanganan trauma kepala akibat benturan yang terjadi pada pasukan kawan yang berada di dalam rantis (kendaraan taktis) yang disebabkan kendaraan lendakan ranjau darat.
Baca Juga: AL Jepang Kunjungi Seskoal, Bahas Program Pendidikan Perwira Laut
"Dibawah Arahan Letkol Ckm dr. Ucok Harianto Danyonkes 2 Kostrad, dengan sigap tim regu tandu yang dipimpin Serda Phalerius melaksanakan evakausi dengan memberikan pertolongan pertama di lapangan dan dilanjutkan dengan mengevakuasi korban menuju patobrig untuk mendapat penanganan lebih lanjut," tulis keterangan Penkostrad. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































