HANKAM

Tiga Kapal Perang Kelas Bung Tomo Upgrade CMS dan Radar Baru

kapal
Ketiga kapal kelas Bung Tomo yang sedang sandar di dermaga. (Foto: Dok. military-history.fandom.com)

Jakarta, IDM - Tiga kapal kelas Bung Tomo akan diupgrade dengan sistem manajemen pertempuran Tacticos (CMS) dari Thales dan rudal Exocet Block 3 yang diproduksi oleh MBDA.

Dilansir dari Janes, Kamis (17/8), penambahan sistem pertempuran tersebut dilakukan untuk meningkatkan kemampuan tempur ketiga kapal kelas Bung Tomo yang tengah diperbarui menjadi fregat.

Sebelumnya, kapal kelas Bung Tomo adalah tiga korvet yang awalnya dibangun untuk Angkatan Laut Brunei Darussalam dalam kontrak yang ditandatangani antara Bandar Seri Begawan dan Yarrow Shipbuilders pada 1995.

Baca Juga: Singgung Pembebasan Sandera di Papua, Ini Pesan Kasum TNI untuk Koopssus

Namun, kapal-kapal tersebut tidak pernah diresmikan Brunei karena adanya perselisihan kontrak. Kemudian, tiga korvet itu diakuisisi oleh TNI AL dan merubah penamaan ketiga kapal menjadi fregat pada 2014.

Menurut informasi juru bicara PT PAL, program pembaruan kapal oleh TNI AL dibagi menjadi dua fase, yakni setiap kapal mendapat peningkatan secara berurutan. Fase pertama melibatkan pemasangan radar dan sensor baru, sementara fase kedua berkaitan dengan peningkatan sistem pertempuran kapal.

Baca Juga: Bendera Merah Putih Sepanjang 2.023 Meter Dibentangkan di Jayawijaya

Pada fase pertama, PT Len Industri ditunjuk sebagai kontraktor utama, di mana sebagian besar komponen dipasok oleh Thales. Selain itu, Janes mendapat penjelasan konsultan kelautan di Belanda, Nevesbu, juga ditunjuk sebagai integrator sistem untuk tahap ini.

Selain CMS Tacticos dan rudal Exocet Block 3, komponen-komponen lainnya yang sedang dipasang dalam fase ini meliputi sistem radar pengawasan udara dan permukaan SMART-S Mk2 serta sistem radar dan kontrol tembakan elektro-optik STIR EO Mk2. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.