Tiba di Lanud Sulaiman, Ratusan Casis Komcad Matra Udara Ikuti Seleksi Pusat

Jakarta, IDM - Sebanyak 310 calon siswa (Casis) Komponen Cadangan (Komcad) telah tiba di Mess Grahatama, Lanud Sulaiman Bandung, Selasa (25/4), untuk melaksanakan lapor datang dan selanjutnya mengikuti seleksi uji kompetensi Komponen Cadangan Matra Udara tahun 2023.
Melansir keterangan Penerangan Lanud Sulaiman dalam Instagram @lanudsulaiman_official, Rabu (26/4), seleksi kompetensi akan berlangsung selama kurang lebih dua belas hari, sejak 25 April hingga 6 Mei 2023.
“Para Casis akan melaksanakan uji kompentensi, di antaranya kesehatan jiwa (keswa) berupa ujian tertulis, pemeriksaan psikologi dengan sistem CAT (Computer Assisted Test), pemeriksaan kesehatan (kesehatan umum dan wawancara kesehatan jiwa), tes kesemaptaan jasmani, dan wawancara litpers (penelitian personel),” tulis Penerangan Lanud Sulaiman.
Baca Juga: Perkuat Pertahanan, Rumania Akuisisi Drone TB2 Senilai $321
Usai mengikuti seleksi tingkat pusat, nantinya para Casis yang lolos akan menempuh pelatihan militer dasar selama tiga bulan di pusat-pusat pelatihan militer milik TNI, baik TNI AD, TNI AL maupun TNI AU.

Setelah selesai pelatihan dan dinyatakan lulus, mereka akan ditetapkan secara resmi sebagai anggota Komcad dan bisa kembali ke profesi awalnya sebagai warga negara sipil. Seluruh atribut kemiliteran yang digunakan untuk latihan, termasuk senjata, dikembalikan ke lembaga pendidikan militer masing-masing sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 3/2021.
Pada dasarnya, Komponen Cadangan bukanlah wajib militer. Dilansir dari laman Kemhan RI, Komponen Cadangan adalah salah satu program sukarela (tidak wajib) yang diamanatkan oleh UU No. 23 Tahun 2019 Tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara.
Baca Juga: Pantau Negara Tetangga, Korea Selatan akan Bentuk ‘Komando Operasi Drone’
Lebih lanjut dijelaskan, merujuk pada UU No. 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional Untuk Pertahanan Negara, Komponen Cadangan adalah sumber daya nasional yang telah disiapkan untuk dikerahkan melalui mobilisasi guna memperbesar dan memperkuat kekuatan komponen utama, yaitu TNI.
Untuk itu, secara khusus nantinya Komcad Matra Udara akan dikerahkan untuk memperkokoh kekuatan TNI Angkatan Udara (TNI AU). (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































