Tiba di Darwin Australia, KRI RE Martadinata-331 Siap Ikut Latma Kakadu-22

Jakarta, IDM - KRI RE Martadinata-331 unsur TNI AL yang terlibat Latihan Bersama (Latma) Kakadu-22 tiba di dermaga Fort Hill Wharf, Darwin, Australia pada Minggu (11/9).
Kedatangan KRI RE Martadinata-331 yang dipimpin oleh Komandan Satgas Latma Kakadu-22 Kolonel Laut (P) Nopriadi, disambut langsung Konsulat Jenderal RI di Northern Territory Gulfan Afero, Konsulat Protokoler Siuaji Raja, dan Atase Udara Kolonel Nav Muhammad Jausan.
Dalam acara penyambutan, Gulfan mengucapkan selamat datang di Darwin kepada seluruh personel TNI AL yang hadir untuk mengikuti Latma Multilateral Kakadu-22. Ia mengungkapkan rasa bangga atas keterlibatan TNI AL dalam latihan bersama multilateral tersebut.
"Kami berharap latihan ini dapat semakin menunjukkan jati diri Indonesia kepada dunia internasional dan untuk menambah kemampuan serta wawasan dalam rangka untuk mengamankan wilayah perairan Republik Indonesia," ujarnya, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Senin (12/9).
Sementara itu, Nopriadi berterima kasih atas sambutan hangat yang diberikan kepada seluruh personel KRI RE Martadinata-331. Ia menjelaskan gambaran kegiatan Latma Multilateral Kakadu-22 kepada Gulfan.
"Seluruh prajurit KRI RE Martadinata-331 dengan moril dan semangat tinggi siap mengikuti seluruh rangkaian latihan bersama Kakadu-22," kata Nopriadi.
Keterlibatan TNI AL dalam Kakadu-22 adalah salah satu program dua tahunan antara TNI AL dengan Royal Australian Navy (RAN) dalam rangka meningkatkan hubungan, baik antar kedua pihak dan seluruh peserta latihan, profesionalisme serta meningkatkan peran diplomasi sesuai tugas pokok TNI AL. (at)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































