Tiap Tahun TNI AD Target Bentuk 150 Batalion Teritorial Pembangunan

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan tiap tahun TNI AD menargetkan pembentukan 150 Batalion Teritorial Pembangunan (Yon TP).
Hal ini dikatakannya usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi I DPR RI di Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (19/5).
"Kan sudah disampaikan tadi juga oleh Menhan. Jadi itu diharapkan satu kabupaten bisa ada satu Batalion Teritorial Pembangunan. Tiap tahun berarti perhitungannya ada sekitar 150 pembangunan," kata Maruli.
Baca Juga: Satgas PKH Papua Temukan Senjata Laras Panjang di Rumah WNA
Lebih lanjut Maruli mengatakan pembangunan batalion ini sekaligus juga dengan pembangunan batalion-batalion kecabangan lainnya seperti Arhanud, Armed TNI AD, Zeni TNI AD, dan lainnya.
"Jadi pembangunan selama ini semuanya berjalan baik. Respons masyarakat baik hampir di seluruh tempat, malah sekarang mereka menanyakan, "Di kabupaten kami kapan?" gitu. Ya, jadi sekian. Ada satu-dua yang tanahnya sedikit bermasalah, setelah kita jelaskan, sudah tidak ada masalah," kata Maruli.
Fokus Pembangunan Tidak Hanya di Pulau Jawa
Maruli memastikan fokus pembangunan Yon TP tidak hanya di pulau Jawa tetapi termasuk daerah-daerah lain di Indonesia.
Baca Juga: Wamenlu RI Dorong Penguatan UNCLOS melalui Kerja Sama Indonesia–Belanda
"Enggak juga (pulau Jawa), nanti kita lihat berdasarkan strateginya ya. Mana duluan, mungkin nanti di perbatasan dan lain sebagainya," jelas Maruli.
Maruli menegaskan bahwa tugas batalion, tidak hanya pertahanan semata tapi juga membantu program ketahanan pangan, pembangunan jembatan, penyediaan air bersih hingga membantu daerah yang terdampak bencana alam.
"Iya, termasuk semua itu. Pertahanan utama, terus membantu pembangunan ya. Jadi banyaklah. Sekarang program Presiden kan banyak untuk bantu masyarakat; ada jembatan, ada air bersih, termasuk nanti kesiapan kalau bencana alam. Ini menghadapi kekeringan kita mulai bor air. Jadi bekerja semua," kata Maruli. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































