Thales Ungkap Indonesia Beli 13 Radar GM 400 Alpha, Apa Kelebihannya?

Jakarta, IDM - Perusahaan pertahanan asal Prancis, Thales, mengungkapkan Indonesia mememesan 13 radar Ground Master (GM) 400 Alpha, lengkap dengan sistem komando dan kontrol terkait (SkyView), pada Senin (19/6).
Dikutip dari laman Thales, Rabu (21/6), pemesanan 13 radar GM 400 Alpha itu dilakukan oleh perusahaan BUMN bidang produksi peralatan elektronik, PT Len Industri, untuk memperkuat kedaulatan wilayah udara Indonesia.
Dalam kontrak yang bakal berlangsung dalam beberapa tahun ke depan ini, Thales akan membangun radar dan SkyView, sementara PT Len Industri membangun stasiun radar, menyediakan pemasangan, dan integrasi sistem.
Baca Juga: Badak, Ranpur Roda 6 Buatan Pindad yang Memperkuat Satuan Kavaleri
Sebelumnya, kolaborasi kedua perusahaan terjalin sejak November 2022, melalui pembentukan usaha patungan yang akan dimulai dengan pemeliharaan, perbaikan, dan restorasi (MRO) lokal untuk radar yang digunakan oleh TNI AU. Kegiatan ini diproyeksikan mulai beroperasi pada awal 2024.
Keunggulan radar GM 400 Alpha
GM 400 Alpha disebut bakal mampu mendeteksi dini semua jenis ancaman, mulai dari jet, rudal, helikopter, hingga pesawat nirawak. 80 radar ini telah dijual ke 19 negara dan diklaim sebagai radar pengawasan udara jarak jauh terlaris di dunia.
Radar ini terkenal dengan kinerjanya yang dapat mendeteksi ancaman dalam jarak jauh dan ketinggian rendah. Arsitektur digital pada GM 400 Alpha membuat radar ini tangguh terhadap ancaman baru, serangan siber, dan taktik perang elektronik.
Baca Juga: Mendarat di Lanud Roesmin Nurjadin, Ini Spesifikasi Pesawat C-17 Globemaster III Milik USAF
Sedangkan SkyView sebagai sistem komando dan kontrol, dapat mengambil gambar wilayah geografis yang luas dan memastikan integrasi penuh Pusat Operasi Udara Indonesia di tingkat lokal, regional, dan nasional.
SkyView menyediakan gambaran pemantauan udara secara 360 derajat yang terintegrasi dan akurat, melalui radar taktis GM 400 Alpha yang mudah diimplementasikan dalam pertempuran. Begitu ancaman udara terdeteksi dan teridentifikasi, efektor yang relevan dapat dipilih dan diaktifkan. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































