HANKAM

Terkait Kecelakaan di Merauke, Kadispenad: Kecelakaan Tunggal dan Diluar Rombongan KSAD

Terkait Kecelakaan di Merauke, Kadispenad: Kecelakaan Tunggal dan Diluar Rombongan KSAD
(Dok Dispenad)

JAKARTA, IDM - Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Tatang Subarna meluruskan informasi yang menyampaikan terjadinya kecelakaan mobil TNI bertepatan dengan kunjungan Kasad meninjau prajurit di Satgas Yonif 123/RW di Sota, Merauke.

“Murni kecelakaan tunggal dimana kendaraan yang digunakan berada di luar rombongan utama Kasad,” jelas Tatang dalam rilis tertulisnya di Jakarta, Selasa (12/4/2022).

Lebih lanjut Tatang menyampaikan bahwa akibat Kecelakaan tersebut, satu orang anggota TNI a.n. Letda Cpm I Kadek Suhardiyana meninggal dunia, serta tiga orang awak media mengalami luka-luka. Saat ini para korban sudah di evakuasi ke Rumah Sakit Angkatan Laut, Merauke.

“Peristiwa kecelakaan ini masih dalam proses penyelidikan, namun dugaan sementara pengemudi mengantuk sehingga keluar dari badan jalan, dan pada saat mencoba kembali ke badan jalan mobil tersebut hilang keseimbangan dan terguling,” tutup Tatang.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.