HANKAM

Terjadi 3 Hari Berturut-turut, Teror KST di Puskesmas Maybarat Digagalkan TNI

Puskesmas
Lokasi proyek pembangunan Puskesmas di Kabupaten Maybrat yang diserang KST TPNPB. (Foto: Satgas Yonif 133/Yudha Sakti)

Jakarta, IDM - Tim Patroli Pos Ayata Satgas Yonif 133/Yudha Sakti (YS) berhasil menggagalkan aksi Kelompok Separatis Teroris Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (KST TPNPB) Wilayah Kodap IV/Sorong Raya terhadap proyek pembangunan Puskesmas yang berada di Kampung Ayata, Distrik Aifat Timur Tengah, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.

Berdasarkan keterangan resminya diterima Senin, (26/2) Dansatgas Yonif 133/YS, Letkol Inf Andhika Ganessakti mengatakan bahwa aksi teror oleh KST TPNPB telah terjadi selama 3 hari berturut turut, dengan puncaknya saat terjadi kontak tembak antara Tim Patroli Pos Ayata Satgas Yonif 133/YS dengan KST TPNPB yang terjadi pada Kamis, (22/2) sekitar pukul 12.00 WIT di sekitar proyek pembangunan Puskesmas.

"Namun niat jahat tersebut berhasil digagalkan oleh Satgas Yonif 133/YS yang melaksanakan Patroli Parimeter sehingga membuat 3 orang KST TPNPB lari kocar kacir kedalam hutan," kata Andhika.

Baca Juga: Rampungkan Pelatihan, 6 Personel Lanud El Tari Dapat Brevet Pilot Paramotor

Ia menjelaskan kronologi kejadian bermula saat pekerja proyek pembangunan Puskesmas, Ansar (43) dan Faan Umpain (35) melihat adanya beberapa orang yang tidak dikenal dengan gerak-gerik mencurigakan berada di sekitar proyek pembangunan Puskesmas, sehingga para pekerja proyek tersebut merasa takut untuk melakukan kegiatan.

"Karena kondisi tersebut, pekerja proyek pambanguanan Puskesmas mendatangi Pos Ayata dan melaporkan perihal adanya orang yang tidak di kenal dengan melakukan gerak-garik yang mencurigakan. Menindaklanjuti laporan para pekerja tersebut, Tim Patroli Parimeter Pos Ayata Satgas Yonif 133/YS langsung melaksanakan Patroli di sekitar belakang proyek pembangunan Puskesmas," kata Andhika.

Baca Juga: Prajurit Yonko 464 Kopasgat Asah Naluri Tempur dalam Latihan Tembak Tempur Malam

Hasilnya, anggota tim melihat pergerakan 3 orang KST TPNPB dengan membawa 2 pucuk senjata laras panjang jenis rakitan dan 2 bilah parang sedang bergerak akan memantau aktivitas pekerja disekitar proyek pembangunan Puskesmas.

"Niat jahat tersebut berhasil diketahui dan bergerak cepat digagalkan oleh Tim Patroli," kata Andhika. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.