Terbang Backseat, Pangkoopsudnas Jajal Pesawat Tempur Rafale Asal Prancis

Jakarta,IDM - Panglima Komando Udara Nasional (Pangkoopsundas) Marsdya TNI Andyawan Martono Putro dan Duta Besar (Dubes) Prancis untuk Indonesia H.E Oliver Chambard melakukan terbang backseat dengan pesawat Rafale yang singgah di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (11/9).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Misi Pegase ’22 yang dilakukan oleh Angkatan Udara Prancis (French Air and Space Force-FASF) di Indonesia. Sebelum singgah di Indonesia, pesawat tempur asal Prancis tersebut terlebih dahulu melaksanakan latihan multinasional Pitch Black ’22 di Royal Australian Air Force (RAAF) Base, Australia.
Dalam keterangannya, Dispenau menjelaskan bahwa selain terbang backseat kedua pejabat tersebut, sejumlah kegiatan lainnya dalam Misi Pegase ’22 yakni joyflight A-330 MRTT bagi media, joyflight A-400M bagi VIP Kemhan/TNI, dan backseat penerbang tempur TNI AU pada Senin (12/9).
Pada sore harinya akan dilaksanakan static show di terminal selatan Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Selanjutnya pada Selasa (13/9), kembali dilaksanakan terbang backseat bagi penerbang tempur TNI AU dan static show. (yas)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































