Tentara AS Ditemukan Meninggal di Hutan Karawang, Ini Penyebabnya

Jakarta, IDM – Seorang perwira tentara Amerika Serikat (US Army) dari satuan Aviation Officer, Major William Walker, ditemukan meninggal dunia di hutan Desa Karanganyar, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat (Jabar).
"Iya, meninggal betul, sakit mendadak, kemungkinan serangan jantung," kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Nugraha Gumilar kepada wartawan, Selasa, (23/4).
Baca Juga: Unik, Bertemakan Hari Kartini, Prajurit Kowad Pimpin Apel di Kodam Jaya
Sebelumnya Major William Walker, sempat dinyatakan hilang dan dilakukan pencarian, korban diketahui sempat mengirimkan lokasi terakhir yang berjarak 1,5 jam jarak tempuh berjalan kaki dari lokasi posko utama menuju lokasi terakhir korban.
Menurut Kapuspen TNI korban saat itu sedang meninjau medan untuk tempat pendaratan terjun payung dalam rangka latihan Super Garuda Shield (SGS).
Baca Juga: Persiapan Platoon Exchange 2024, Korps Marinir Indonesia-AS Ikuti Orientasi Medan
"Iya, survei dari pagi sampai sore, survei tentang tempat pendaratan pasukan penerjunan, disebar di daerah penerjunan, diukur jarak semuanya. Ditunggu kembali, ga balik balik. Ga kembali ke titik awal. Saat ini korban sudah dievakuasi," jelas Kapuspen. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































