Tangkap Ikan Ilegal, Bakamla Amankan Kapal Vietnam di Laut Natuna Utara

Jakarta, IDM - Bakamla berhasil menangkap Kapal Ikan Asing (KIA) di Laut Natuna Utara, Jumat (11/8). KIA dengan bendera Vietnam itu diduga melalukan penangkapan ikan ilegal.
Mengutip keterangan dari Puspen TNI Selasa (15/8), Bakamla dengan KN Marore-322 sedang melakukan patroli keamanan laut. Kemudian awak kapal melihat sebuah kapal dengan bendera asing menangkap ikan di perairan Indonesia pukul 09.58 WIB.
Baca Juga: Sinergisitas TNI-Polri dalam Misi Pengibaran Bendera Merah Putih Raksasa untuk HUT ke-78 RI
"Melihat hal tersebut, juru radar melaporkan bahwa kapal itu tidak menyalakan AIS (automatic indentification system)," tulis Bakamla RI dalam keterangannya.
Kapal milik Bakamla lalu mendekati kapal target. Dengan jarak yang lebih dekat, terlihat secara visual bahwa kapal ikan tersebut merupakan KIA bendera Vietnam dengan nama lambung BD 97178 TS.
Kapal target sempat bermanuver untuk melarikan diri. Namun tidak berselang lama, tim KN Mamore-322 berhasil menghentikan dan naik ke kapal target.
Baca Juga: Cegah Karhutla, Lanud Roesmin Nurjadin Kerahkan Pesawat Cassa NC-212i untuk TMC
Pihak Bakamla kemudian memeriksa dokumen, kru hingga muatan kapal. Setelah dilakukan pemeriksaan awal, KIA Vietnam diketahui berisi 12 anak buah kapal serta membawa 5 ton muatan ikan.
Kemudian, pada pukul 12.00 WIB, KIA ditangkap dan dikawal menuju Batam until diselidiki lebih lanjut. Dugaan sementara, kapal melakukan penangkapan ikan secara ilegal di wilayah perairan Indonesia tanpa dilengkapi dokumen dan perizinan yang jelas. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































