HANKAM

Tanggapan TNI AD Soal Temuan Komnas HAM Peristiwa Ledakan Munisi

Ilustrasi ledakan.
Ilustrasi ledakan. (Dok. IDM)

Jakarta, IDM – Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana menanggapi temuan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terkait peristiwa ledakan munisi yang menyebabkan 13 orang meninggal di Garut, Jawa Barat.

Menurut Wahyu, TNI AD prinsipnya menghargai temuan ini termasuk dari seluruh pemangku kepentingan lainnya.

"Sehubungan dengan temuan Komnas HAM yang telah dipublikasikan, dapat saya sampaikan pada prinsipnya TNI AD senantiasa menghargai setiap saran, temuan, tanggapan, maupun rekomendasi dari seluruh pemangku kepentingan," kata Wahyu kepada Indonesia Defense Magazine, Sabtu (24/5).

Baca Juga: Skadron Udara 31 Tingkatkan Kesiapan dan Kemampuan Awak Pesawat Melalui Simulasi Jettison Cargo

Lebih lanjut Wahyu mengatakan seluruh masukan tersebut akan dijadikan sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam proses evaluasi dan pengambilan keputusan nantinya.

"Kami menegaskan kembali komitmen TNI AD untuk selalu terbuka dan menghargai setiap masukan konstruktif dari berbagai pihak," jelas Wahyu.

Sebelumnya dalam siaran persnya, Jumat (24/5) Komnas HAM membeberkan temuan terkait peristiwa ledakan munisi di Garut. Temuan tersebut diantaranya adanya pelibatan sipil dalam kegiatan pemusnahan amunisi militer, total ada 21 orang warga sipil.

Baca Juga: Lanudal Biak Komitmen Punya Hanggar Sendiri, Sudah Dua Tahun Menunggu

Disebutkan pula mereka dipekerjakan sebagai pekerja harian lepas dengan upah Rp150.000 ribu per hari. Para pekerja ini terkoordinir dan sudah memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun bekerja dalam proses pemusnahan amunisi baik dengan pihak TNI maupun Polri.

Kemudian temuan lain yaitu ledakan berasal dari detenator sisa. Denator biasanya akan ditenggelamkan ke dasar laut untuk mempercepat proses disfungsi. Namun pada hari tersebut dipilih dengan cara menimbun menggunakan campuran urea.

Dalam temuan tersebut Komnas HAM juga menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada Panglima TNI, kementerian terkait dan juga pemerintah provinsi terkait. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.