
Rangkuman Poin Evaluasi TNI AD Terkait Ledakan Munisi di Garut
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana mengungkapkan beberapa poin evaluasi yang bakal dilakukan TNI AD pascakejadian ledakan amunisi di Garut.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana mengungkapkan beberapa poin evaluasi yang bakal dilakukan TNI AD pascakejadian ledakan amunisi di Garut.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana menanggapi temuan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terkait peristiwa ledakan munisi yang menyebabkan 13 orang meninggal di Garut, Jawa Barat.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana mengatakan TNI AD membuka peluang istimewa bagi para putra-putri dari korban ledakan munisi di Garut untuk jadi prajurit.

Tim investigasi memeriksa 46 orang saksi terkait peristiwa ledakan munisi di Garut yang mengakibatkan 13 orang meninggal dunia.

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengatakan kejadian ledakan munisi yang menewaskan 13 orang di Garut akan jadi bahan evaluasi TNI.

Kepala Pusat Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana mengatakan terdapat 13 orang yang meninggal dunia akibat ledakan munisi saat kegiatan pemusnahan munisi aktif di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Senin (12/5).

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana membeberkan kronologi kejadian ledakan munisi yang menewaskan 13 orang di Garut, Senin (12/5).