Tanggap Keadaan Darurat, Wing Udara 1 Puspenerbal Berperan dalam Sarex Malindo

Batam, IDM - Wing Udara 1 Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) ikut melaksanakan briefing latihan SAR Exercise Indonesia-Malaysia (Sarex Malindo) 2022, Batam, Kepulauan Riau, Selasa (20/9).
Dikutip dari keterangan Pen Puspenerbal, Kamis (22/9), Wing Udara 1 yang mengikuti briefing terdiri dari kru helikopter BO-105 HR-1522 dengan Pilot Letda Laut (P) Aziz Khoirul Fikri dan Kopilot Letda Laut (P) Agil Gusdwiyanto dan juga diikuti anggota Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).
Mereka melaksanakan beberapa tahapan latihan, di antaranya initial planning conference, final planning conference, survei lokasi, sarcomex, table top exercise, tactical floor game, field exercise, dan sarex debrief.
Selain itu, posko latihan dibagi di beberapa tempat, seperti kantor SAR Tanjungpinang, pos SAR Batam, MRSC Johor Bahru Malaysia, dan Jeti LKIM Pengerang (PHC) Malaysia.
Unsur latihan dari Indonesia, yakni helikopter BO-105 HR-1522, KRI Bubara-868, KN SAR 101 Purworejo, RIB SAR, KP Laksmana 7012 Polri dan KN Belut Laut Bakamla. Sedangkan unsur Malaysia, KM Marudu (APMM), KD Ganyang, PA 51, helikopter AW 139 (APMM) dan helikopter AW 139 (PGU-PDRM). (at)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































