Tanggap Darurat Bencana Alam Cianjur, Personel Lanud Husein Sastranegara Tembus Wilayah Terisolir hingga Beri Trauma Healing

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) melalui personel Lanud Husein Sastranegara bergerak cepat untuk membantu masyarakat yang menjadi korban dan terdampak bencana alam di Cianjur.
Langkah pertama yang dilakukan oleh Lanud Husein Sastranegara yaitu dengan membentuk satuan tugas (Satgas) Cepat Tanggap dan menugaskan mereka ke lokasi bencana sejak Rabu (4/12).
Beragam langkah penanggulangan bencana dilakukan, mulai dari pemberian bantuan, pembukaan akses jalan yang tertutup akibat tanah longsor, hingga dukungan psikologis kepada para korban.
Baca Juga: Marinir Berikan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir di Sukabumi
Tidak hanya itu, para personel Lanud Husein Sastranegara juga berhasil menembus wilayah terisolir untuk memberikan bantuan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan, serta membantu proses evakuasi warga yang rumahnya mengalami kerusakan karena tertimbun material longsor.

“Setibanya di lokasi, personel Lanud Husein Sastranegara langsung menyalurkan bahan makanan, minuman, serta perlengkapan bayi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat terdampak,” tulis Penerangan Lanud Husein Sastranegara dikutip dari keterangan foto dalam instagram @lanud_husein_sastranegara, Sabtu (7/12).
Komandan Lanud (Danlanud) Husein Sastranegara, Kolonel Pnb Alfian mengungkapkan, bantuan yang tersedia diharapkan mampu meringankan beban masyarakat terdampak. “Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan distribusi bantuan dapat menjangkau seluruh wilayah terdampak, terutama yang berada di daerah-daerah terisolir,” kata Danlanud.
Baca Juga: Delegasi Pemerintah AS Tinjau Peralatan Hibah di Depohar 10
Selain itu, para personel yang tergabung dalam Satgas Cepat Tanggap Lanud Husein Sastranegara juga memberikan trauma healing untuk anak-anak yang terdampak bencana ini. “Kami hadir tidak hanya untuk memberikan bantuan logistik, tetapi juga untuk memulihkan semangat dan harapan anak-anak yang terdampak bencana,” ujar Kadispotdirga Lanud Husein Sastranegara, Letkol Pas R. Sandhika R. Wijaya,
Pada dasarnya, kegiatan trauma healing ini bertujuan untuk membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak yang mengalami dampak emosional akibat musibah tersebut, mengembalikan keceriaan anak-anak, mengurangi rasa takut, dan membangun kembali semangat mereka. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































