Tambah Kekuatan Personel, TNI AU Lantik 500 Siswa Lulusan Semata PK Angkatan ke-85

Jakarta, IDM - Komandan Kodiklatau Marsdya TNI Tedi Rizalihadi melantik 500 siswa lulusan Sekolah Pertama Tamtama (Semata) PK angkatan ke-85 dalam upacara Penutupan Pendidikan, Pelatihan dan Pengambilan Sumpah Prajurit Siswa yang digelar di Lapangan Dirgantara Lanud Adi Soemarmo, Solo, Jumat (25/8).
Kepada ratusan Tamtama, Tedi berpesan agar mereka selalu taat serta patuh pada semua peraturan dan tata tertib yang melekat.
Pasalnya, usai pelantikan dan pengambilan sumpah ini, mereka sudah bukan lagi warga sipil, melainkan telah berstatus sebagai anggota militer atau prajurit TNI.
"Saat ini saudara sudah terikat dengan aturan yang ketat dan tidak dapat seenaknya. Harus patuh dan taat kepada norma-norma kehidupan serta jati diri seorang prajurit TNI,” tegas Komandan Kodiklatau.
Dengan pangkat Prajurit Dua (Prada) yang kini diemban, Komandan Kodiklatau juga berharap ratusan Tamtama dapat meningkatkan kemampuan diri, pengetahuan, serta keterampilan yang dimiliki sehingga kelak mereka dapat tumbuh menjadi prajurit yang andal serta profesional.

Sebelum dilantik sebagai personel TNI AU, mereka terlebih dahulu mengenyam pendidikan selama 5 bulan di Skadron Pendidikan (Skadik) 403 dan di bawah pimpinan Letkol Kes Bakti Joko.
Adapun satu siswa yang terpilih sebagai lulusan terbaik adalah Prada Hironimus Ronaldo Milo Djawa dari Kupang.
Baca Juga: Lanud Atang Sendjaja Pamerkan Helikopter hingga Rantis dalam Open Base Festival Merah Putih 2023
Melansir keterangan TNI AU dalam keterangan foto yang diunggah di instagram @militer.udara dijelaskan, pendidikan Semata merupakan jenjang pendidikan awal yang bertujuan untuk membentuk prajurit TNI AU agar memiliki sikap, mental dan kepribadian yang baik; serta memiliki intelektual dan kesemaptaan jasmani yang sesuai dengan karakter, peran, dan golongan/strata kepangkatan.
Keselurahan poin tersebut harus dilandasi dengan jiwa Pancasila, Saptma Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI.
Setelah ini, mereka akan mengikuti pendidikan kejuruan sesuai dengan korps masing-masing, di antaranya korps teknik, elektronika, perbekalan, Pomau, administrasi, khusus, dan kesehatan. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































