Taktik 'Lepas Kunci' Penyelundup Timah: Kirim Truk ke Jakarta usai Laut Disekat KRI

Jakarta, IDM – Penyelundup timah ilegal asal Bangka Belitung mengubah taktik pengiriman barang ke Jakarta usai TNI AL memperketat penjagaan di perairan perbatasan. Para pelaku kini memanfaatkan kapal penyeberangan (roro) dengan modus truk "lepas kunci".
Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) 3 Laksda TNI Uki Prasetya membuka suara soal pergeseran taktik tersebut. Pengungkapan modus baru ini menyusul langkah TNI AL yang menggagalkan penyelundupan 10,9 ton timah bernilai Rp7,6 miliar di Ancol dan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Uki menjelaskan, penyiapan lapisan kapal perang (KRI) dari jajaran Komando Armada (Koarmada) I di jalur laut lepas membuat ruang gerak penyelundup makin sempit. Penjagaan ketat di perairan menuju Singapura dan Malaysia memaksa pelaku memutar otak untuk mengalihkan rute pengiriman ke Pulau Jawa.
Baca Juga: Rancang Pusat Peperangan Elektronika, TNI AL Genjot Kesiapan SDM dan Teknologi
Penyelundup kemudian membawa masuk komoditas selundupan tersebut ke Jakarta menggunakan jalur darat menumpang kapal roro. Pelaku sengaja meninggalkan truk tanpa pengemudi di dalam kapal atau menanggalkan kuncinya untuk memutus jejak saat kendaraan tiba di pelabuhan tujuan.
"Melalui laut terutama menuju ke Batam atau langsung ke Singapura atau Malaysia itu dengan ketatnya KRI pengawasan di laut, maka penyelundup ini menggunakan jalur lain. Salah satunya banyak lari ke Jakarta menggunakan truk," kata Uki di Markas Komando Kodaeral 3, Jakarta, Rabu (22/7).
Modus truk tanpa pengemudi tersebut memanfaatkan padatnya rute Pelabuhan Pangkal Balam menuju Jakarta. Pelaku membiarkan agen atau penjemput lokal mengambil alih kendaraan begitu kapal sandar di dermaga.
Baca Juga: Gagalkan Penyelundupan di Ancol-Priok, TNI AL Sita 10 Ton Timah Rp7,6 M
Uki mencatat penindakan terhadap modus serupa sudah terjadi beberapa kali di Jakarta. Pengungkapan terakhir menyasar pengiriman pasir dan balok timah ilegal yang masuk lewat Ancol pada 4 Juli serta Tanjung Priok pada 18 Juli 2026.
TNI AL kini menggandeng Kementerian ESDM serta Kejaksaan untuk memburu pemilik barang maupun korporasi di balik jaringan penyelundupan tersebut.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































