Taifib dan Marinir AS Adu Kemampuan Sniper di Reconex 2024

Jakarta, IDM – Prajurit Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) 1 Marinir bersama Ekspedisi I Pasukan Korps Marinir AS, Pasifik atau US Marine Forces Pacific (Marforpac) berlatih teknik menembak sniper di Pusat Latihan Tempur Marinir (Puslatpurmar) 6 Antralina, Sukabumi, Senin (29/4).
Sniper adalah prajurit yang ahli dan terlatih dalam mengunakan senjata dan perlengkapannya dengan profesional. Sniper juga mahir menembak terhadap sasaran dengan cuaca, medan, dan keadaan khusus.
"Di samping itu, seorang lenembak sniper memiliki kemampuan untuk membunuh secara tersembunyi pada jarak yang jauh," ujar Komandan Batalyon Intai Amfibi 1 Marinir (Danyontaifib) 1 Marinir Mayor (Mar) Laili Nugroho, dikutip dari keterangan Pasmar 1, Selasa (30/4).
Baca Juga: Kemhan Harapkan Indonesia-India Jalin Kemitraan Strategis Industri Pertahanan
Ia mengharapkan dengan latihan menembak sniper ini dapat meningkatkan kemampuan bagi prajurit maronir kedua negara dalam menembak dengan cepat dan tepat sasaran pada jarak jauh.

Kemudian, mampu menghitung serta mengkonversi jarak, obstacle, ground level, dan cuaca secara cepat dalam menembak long range serta meningkatkan teknik stalking.
"Serta membentuk prajurit Intai Amfibi Korps Marinir yang tangguh, profesional, dan militan serta memiliki naluri tempur yang kuat," kata Laili.
Baca Juga: Kodam VI/Mlw Siap Menyongsong HUT RI Ke-79 di IKN
Adapun materi teknik sniper tersebut termasuk dalam rangkaian resmi menggelar latihan bersama Reconnaissance Exchange (Reconex) 2024 yang akan berlangsung dari 25 April-10 Mei di beberapa tempat, seperti di Banten, Jakarta, dan Sukabumi, Jawa Barat.
Pada latihan tersebut, prajurit Marinir Indonesia dan AS akan menempuh sejumlah materi latihan meliputi menembak combat marksmanship, sniper range, tactical combat casual care, joint combined exchange training, close quarter battle, dan ground recon patrol supported.
Kemudian, materi mission planning and brief procedure hingga military free fall jump dan terakhir akan dilanjutkan dengan latihan full mission profile. (at)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































