HANKAM

Soal Pergantian KSAL, TNI Masih Tunggu Sidang Dewan Jakti

KSAL Laksamana Muhammad Ali.
KSAL Laksamana Muhammad Ali. (IDM/Faisal Ramadhan)

Jakarta, IDM - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen Kristomei Sianturi, mengungkapkan pergantian jabatan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) masih menunggu sidang Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti).

Adapun jabatan KSAL yang dipimpin oleh Laksamana Muhammad Ali, memasuki masa pensiun jika mengacu pada Undang-Undang TNI nomor 34 tahun 2004. Tepat pada hari ini, jenderal bintang empat itu berusia 58 tahun.

"Kita tunggu saja dari sidang dewan Jakti, bagaimana dari pertimbangan dari panglima TNI dan laporan kepada bapak presiden," ungkapnya, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Rabu (9/4).

Baca Juga: Pesan Panglima Saat Melepas 1.090 Satgas TNI Kontingen Garuda ke Lebanon

Kristomei mengatakan, meskipun hari ini Ali genap 58 tahun, tetapi masa pensiun sebagai KSAL tetap memiliki rentang waktu sampai tanggal 1 Mei mendatang.

"Beliau hari ini berulang tahun memang, kalau sekarang itu berulang tahun, tetapi kan masa rentang itu sampai 1 Mei. Untuk pensiun itu, diambil akhirnya itu sampai 1 Mei," katanya.

Pada Undang-Undang TNI lama, batas usia pensiun TNI bagi perwira paling lama 58 tahun, sedangkan batas usia pensiun bagi bintara dan tamtama adalah 53 tahun. Setelah direvisi, batas usia pensiun diperpanjang sesuai dengan pangkat prajurit.

Baca Juga: Klaim Bohong OPM Bunuh Warga Sipil Tapi Sebut TNI

Pasal 53 ayat (3) Undang-Undang TNI baru mencatat batas usia pensiun bintara dan tamtama paling tinggi 55 tahun; perwira sampai dengan pangkat kolonel adalah 58 tahun. Kemudian, perwira tinggi bintang 1 adalah 60 tahun; perwira tinggi bintang 2 paling tinggi 61 tahun; dan perwira tinggi bintang 3 adalah 62 tahun.

"Khusus untuk perwira tinggi bintang 4 (empat), batas usia pensiun paling tinggi 63 (enam puluh tiga) tahun dan dapat diperpanjang maksimal 2 (dua) kali sesuai dengan kebutuhan yang ditetapkan dengan keputusan presiden," tulis Pasal 53 ayat (4). (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.