Klaim Bohong OPM Bunuh Warga Sipil Tapi Sebut TNI

Jakarta, IDM - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen TNI Kristomei Sianturi menyebut klaim Organisasi Papua Merdeka (OPM) membunuh 11 penambang emas yang adalah anggota TNI tidak benar alias hoaks.
Menurutnya selama ini yang dilakukan OPM adalah sebuah propaganda yang bersifat intimidasi agar menciptakan situasi yang tidak kondusif di tanah Papua.
"Itu sifatnya intimidasi kepada masyarakat, sehingga masyarakat ragu untuk kerja, ragu untuk beraktivitas, tidak mau ke kebun dan sebagainya. Termasuk yang 11 orang ini diklaim sebagai tentara. Tentara itu tercatat namanya, teregister namanya. Hari ini tidak ada satu pun prajurit TNI atau polri yang gugur di sana," kata Kristomei kepada wartawan di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (9/4).
Baca Juga: Sebanyak 31 Personel Yonkav 1 Kostrad Ikut Satgas Swasembada di Papua
Lebih lanjut lulusan Akmil 1997 dari kecabangan infanteri ini mengatakan klaim OPM ini juga dimaksudkan agar terhindar dari tuduhan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).
"Jadi itu yang acapkali dilakukan oleh pihak OPM selama ini. Dia berpura-pura bahwa itu militer. Kenapa dia bilang itu militer? Supaya dia terlepas dari tuduhan bahwa dia sebagai pelanggar asasi manusia. Makanya dia sampaikan itu. Paling gampang, itu tentara katanya. Itu sama kejadiannya dengan penganiayaan dan pembunuhan terhadap guru dan nakes yang lalu," kata Kristomei.
Baca Juga: Pesan Panglima Saat Melepas 1.090 Satgas TNI Kontingen Garuda ke Lebanon
Ia pun memastikan saat ini situasi menyeramkan yang digambarkan OPM di tanah Papua tidak benar dan TNI tidak akan terpengaruh dengan propaganda ini.
"Tidak ada, sebenarnya situasi yang digambarkan menyeramkan itu ya enggak, gitu-gitu aja. Kami terus melakukan pembinaan teritorial secara humanis, misalnya tenaga pengajar itu tidak ada, kan seperti yang sering kita lihat bahwa prajurit kita pun terpaksa harus mengajar di sekolah-sekolah. Tenaga kesehatan kita harus memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Itu tetap kita lakukan. Dalam rangka untuk mengatasi kesulitan rakyat yang ada di sana," tutup Kristomei. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































