Skadron Udara 4 TNI AU Tambah Kekuatan Angkut dengan NC212i Produksi PTDI

Jakarta, IDM - Kekuatan angkut Skadron Udara 4 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang semakin kuat dengan kehadiran satu unit pesawat NC212i produksi anak bangsa, PT Dirgantara Indonesia (PTDI).
Pesawat ini merupakan pesawat keempat dari kontrak pengadaan sembilan unit yang dipesan oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI untuk end user TNI AU. Kesembilan unit pesawat tersebut dipesan dengan konfigurasi Troop Transport sebanyak empat unit, empat unit lainnya untuk konfigurasi Rain Making, sementara satu unit diproduksi dengan konfigurasi Navigation Training. Adapaun pesawat keempat dengan tail number AX-2130 ini diproduksi dengan konfigurasi Troop Transport.
Pengiriman pesawat dilakukan dengan ferrry flight, di mana Mayor Pnb Deharday Nugraha bertindak sebagai Pilot in Command Ferry, sementara Lettu Pnb Faizal Fibriyan adalah kopilot dalam penerbangan kali ini.
“PTDI berkomitmen dalam menjaga kesiapan (readiness) pesawat. Atas nama PTDI, saya ucapkan terima kasih kepada Kemhan dan TNI AU atas kepercayaan yang diberikan, semoga ferry flight ini dapat berjalan lancar dan selamat sampai tujuan, sehingga kemudian pesawat ini dapat berkontribusi maksimal dalam mendukung operasi TNI AU,” ungkap Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan dalam acara penyerahan pesawat NC212i di hanggar Delivery Center PTDI, Rabu (28/12).
Dikutip dari keterangan PTDI, pesawat NC212i merupakan pesawat angkut ringan dengan sistem avionik modern full glass cockpit dan autopilot, yang dilengkapi dengan winglet, ramp door, dan memiliki kabin yang luas dibandingkan dengan pesawat di kelasnya.
Baca: Aksi Cepat Tanggap TNI AU Antisipasi Cuaca Ekstrem dengan Pesawat Cassa NC-212
Menjadi hal yang membanggakan, pasalnya PTDI merupakan satu-satunya industri produksi manufaktur pesawat terbang di dunia yang memproduksi NC212i. Dari total 604 unit populasi pesawat series ini di dunia, 120 unit merupakan produksi PTDI. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































