Sikap Tegas Prabowo Soal Rusia-Ukraina, Minta Negara di Dunia Ikut Cari Resolusi Perdamaian

Singapura, IDM – Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto mengatakan Indonesia dengan tegas menolak segala bentuk invasi Rusia terhadap Ukraina. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam sesi tanya jawab di International Institute for Strategic Studies (IISS) Shangri-La Dialogue 20th Asia Security Summit, Singapura, Sabtu (3/6).
“Posisi Indonesia sangat jelas. Di PBB kami vote menentang invasi Rusia,” ujar dia.
Prabowo mengatakan fokus negara-negara di dunia semestinya tidak lagi berkutat pada penilaian pihak yang benar atau salah. Melainkan lebih pada mengupayakan resolusi perdamaian agar menjadi satu-satunya langkah yang harus ditempuh untuk menghentikan perang yang terjadi.
Baca Juga: KRI Teluk Hading-538 Terbakar di Selayar, 119 Personel Berhasil Dievakuasi
“Kami tidak berbicara tentang benar atau salah, saya mengusulkan agar mencoba resolusi konflik,” kata Prabowo.
Ia pun mengajak semua pihak, khususnya negara-negara di Eropa untuk turut mencari jalan damai bagi Rusia dan Ukraina.
“Tolong teman-teman Eropa kami, tolong jangan berpikir dalam jangka waktu 5 atau 10 tahun, pikirkan dalam jangka waktu 50 tahun,” ucap dia.
Baca Juga: KSAL Tinjau Persiapan Peresmian Monumen MNEK 2023 di Makassar
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga memaparkan sejumlah rekomendasi resolusi konflik yang dapat diambil untuk menyudahi permusuhan Rusia-Ukraina Salah satunya adalah mengusulkan Dialog Shangri-La menemukan cara mendesak dimulainya negosiasi perdamaian antar kedua negara.
Selain itu, ia juga merekomendasikan PBB membentuk pasukan pemantau yang terdiri dari pihak yang dipercaya Rusia dan Ukraina untuk diterjunkan di sepanjang zona demiliterisasi baru kedua negara.
"Setidaknya, mari kita coba ajukan beberapa rekomendasi konkret sehingga pertemuan seperti Dialog Shangri-La akan memiliki substansi dan makna yang lebih," ujar Prabowo.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































