HANKAM

Sertijab KSAU, Marsekal Tonny Harjono Pegang Tongkat Komando Pimpinan TNI AU

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin sertijab KSAU. (IDM/Septo Kun Wijaya)

Jakarta, IDM - Marsekal TNI Tonny Harjono resmi memegang tongkat komando pimpinan TNI Angkatan Udara (TNI AU) usai upacara serah terima jabatan (sertijab) yang digelar di taxi way echo Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (5/4).

Sertijab dilakukan dari pejabat KSAU sebelumnya, Marsekal TNI Fadjar Prasetyo kepada Marsekal TNI Tonny Harjono. Fadjar diketahui akan memasuki masa purnatugas dan usia pensiun pada 1 Mei 2024 mendatang.

Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto bertindak sebagai inspektur upacara pada momen sertijab tersebut.

Baca Juga: Selain Prancis, KSAL Ungkap Peluang Tambahan Kapal Selam dari Negara Lain

Mengawali sambutannya, Agus mengucapkan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi serta pengabdian yang telah diberikan Marsekal TNI Fadjar Prasetyo selama menjabat sebagai KSAU.

"Marsekal Fadjar telah bekerja dengan prima dan berhasil menyelesaikan berbagai macam tantangan tugas dalam rangka membina kekuatan dan meningkatkan profesionalisme personel TNI AU," kata Agus.

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto
Marsekal TNI Fadjar Prasetyo (kiri) dan Marsekal TNI Tonny Harjono (kanan) saat sertijab Kepala Staf Angkatan Udara. (IDM/Septo Kun Wijaya)

"Marsekal Fadjar juga sangat cermat dan teliti dalam rangka mewujudkan visinya yang ingin menjadi angkatan udara yang disegani di kawasan," sambungnya.

Baca Juga: Sebanyak 58 Prajurit Garuda Naik Pangkat di Luar Negeri

Agus menambahkan, visi tersebut direalisasikan oleh Fadjar melalui modernisasi alutsista dengan mengakuisisi berbagai platform udara yang tangguh dan modern; pembangunan berbagai fasilitas dan sarana prasarana TNI AU yang sesuai dengan standar taktis militer matra udara; serta penyusunan postur TNI AU 2025-2044 sebagai bekal matra udara dalam menghadapi indonesia emas 2045.

Kepada KSAU yang baru, Agus berharap agar Marsekal TNI Tonny dapat melakukan berbagai terobosan yang inovatif serta kreatif; dan sesuai dengan marwah TNI AU yang syarat ilmu pengetahuan dan teknologi.

Baca Juga: TNI AL Gencarkan Patroli Perairan Antisipasi Potensi Penyelundupan Jelang Lebaran

"Saya berpesan agar TNI AU dapat beradaptasi dengan cepat seiring dengan kedatangan berbagai alutsista yang modern dalam beberapa tahun ke depan," kata Agus.

"Jaga tingkat kesiapan operasi dan kemampuan pemeliharaan seluruh alutsista yang dimiliki, mulai dari pesawat, radar, rudal, hanud dan lain sebagainya," pungkasnya. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.