Sepekan Berlayar dari Rusia, KRI Bima Suci Tiba di Jepang

Jakarta, IDM – KRI Bima Suci menyelesaikan etape ke-9 pelayaran muhibah dan diplomasi Kartika Jala Krida (KJK) 2024 di Yokosuka, Jepang, Selasa (1/10).
Kapal layar latih yang dikomandani oleh Letkol Laut (P) Hastaria Dwi Prakoso itu menempuh pelayaran sekitar delapan hari, usai bertolak dari Vladivostok, Rusia, pada Selasa (24/9) lalu.
"KRI Bima Suci rencananya berada di Jepang mulai 1-5 Oktober 2024," ungkap Hastaria, dikutip dari laman TNI AL.
Baca Juga: Koarmada II Pindahkan 4 Korvet Kelas Parchim ke Tanjung Pinang, Ini Daftarnya
Dia mengatakan selama sandar di Jepang, KRI Bima Suci akan melaksanakan sejumlah kegiatan seperti open ship, cocktail party, cross visit hingga cultural visit di Yokosuka.
Sebelum sandar di Jepang, taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) yang onboard di atas KRI Bima Suci sempat melatih kemampuan navigasi astronomi atau Bestex bintang saat melintasi perairan Jepang, pada Kamis (26/9).
Hastaria menjelaskan, para taruna AAL angkatan ke71 itu memang diajarkan untuk melakukan praktik Bestex bintang pada siang dan malam hari menggunakan sextant, yaitu alat untuk mengukur tinggi benda angkasa, matahari, bintang, bulan dalam rangka navigasi astronomi.
Menurutnya, taruna AAL khususnya korps pelaut yang akab menjadi perwira navigasi harus mampu dan mengerti bagaimana cara penggunaan alat sextant secara baik dan benar.
Baca Juga: Pasukan Buaya Putih Gelar Pelayanan Kesehatan Gratis untuk Warga Ninggabuma
"Dibutuhkan ketepatan dalam menghitung secara manual dengan sextant untuk menentukan posisi kapal sampai dengan titik tujuan," ujar Hastaria.
Adapun KRI Bima Suci membawa 98 personel dan 189 taruna AAL untuk menempuh pelayaran selama 90 hari dengan membawa misi diplomasi muhibah duta bangsa serta latihan praktik.
Pelayaran tersebut menempuh jarak 10.715 mil laut dengan rute Surabaya–Jakarta–Singapura–Kamboja–Vietnam–Cina–Korea Selatan–Rusia–Jepang–Filipina–Balikpapan dan dijadwalkan kembali lagi ke pangkalan di Surabaya pada Oktober ini. (at)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































