HANKAM

Koarmada II Pindahkan 4 Korvet Kelas Parchim ke Tanjung Pinang, Ini Daftarnya

Parchim
Ilustrasi kapal korvet kelas Parchim, KRI Sultan Nuku-373. (Foto: Dok. Koarmada II)

Jakarta, IDM – Koarmada II berencana memindahkan operasional empat unit kapal perang jenis korvet kelas Parchim ke Koarmada I di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.

Hal tersebut diungkapkan oleh Pangkoarmada II Laksamana Muda Ariantyo Condrowibowo saat memimpin kegiatan morning brief kepada seluruh pejabat utama, komandan satuan hingga kepala satuan kerja Koarmada II di Surabaya, Jawa Timur, Senin (30/9).

"Empat kapal perang (KRI) kelas Parchim Koarmada II akan digeser ke Koarmada I," ungkapnya, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II.

Terpisah, Kadispen Koarmada II Kolonel Laut (P) Widyo Sasongko ketika dikonfirmasi mengungkapkan saat ini Koarmada II sedang mempersiapkan empat kapal tersebut untuk pindah operasional ke Tanjung Pinang.

Baca Juga: Sebanyak 3 Kapal Satuan Amfibi Koarmada III Berganti Komandan

"Dalam waktu dekat akan dipindahkan. Kalau (kepastian) jadwalnya, belum tahu, tapi kami sedang mempersiapkannya ke Koarmada I," ungkap Widyo saat dihubungi.

Dia menjelaskan, keempat korvet kelas Parchim di bawah Koarmada II tersebut merupakan kapal-kapal perang eks Jerman Timur yang diboyong Indonesia pada 1993 silam, atas dorongan BJ Habibie yang kala itu menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi.

"Kapal-kapal yang digeser itu kelas Parchim dari tahun 90an yang eks Jerman Timur, dari zamannya pak Habibie," jelas Widyo.

Adapun daftar keempat korvet kelas Parchim yang akan digeser ke Koarmada I di Tanjung Pinang tersebut terdiri dari KRI Untung Suropati-372, KRI Sultan Nuku-373, KRI Lambung Mangkurat-374, dan KRI Hasan Basri-382.

Baca Juga: KRI Cakalang-852 Latihan Manuver Bersama Kapal Perang Malaysia di Teluk Jakarta

"Keempat kapal kelas Parchim di bawah Koarmada II itu biasa digunakan untuk operasi di bawah Gugus Keamanan Laut (Guskamla) maupun Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada II," tambahnya.

Dikutip dari berbagai sumber, korvet kelas Parchim memiliki kemampuan melaksanakan misi anti kapal selam. Tugas korbet buatan Jerman Timur ini tak sekadar memburu, melainkan juga menghancurkan target bawah air.

Korvet kelas Parchim juga dibekali torpedo, bom laut (depth charge), roket antikapal selam RBU-6000, dan perangkat sonar. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.