KRI Cakalang-852 Latihan Manuver Bersama Kapal Perang Malaysia di Teluk Jakarta

Jakarta, IDM – KRI Cakalang-852 menggelar latihan manuver bersama dengan kapal perang milik Angkatan Laut Malaysia (TLDM), yaitu KD Lekir (F-26) di Teluk Jakarta, Minggu (29/9).
Kapal patroli cepat 43 meter dari Satuan Kapal Patroli (Satkor) Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) II Padang itu ditunjuk untuk mengamankan dan memandu KD Lekir yang berlayar dari pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.
"Kegiatan pengamanan dan pemandu untuk kapal asing keluar dan masuk ke pelabuhan di wilayah Indonesia selalu dipandu oleh KRI. Sama halnya jika KRI melaksanakan port visit di luar negeri," kata Kadispen Koarmada I Kolonel Laut (P) Yoni Nova Kusumawan kepada Indonesia Defense Magazine, Senin (30/9).
Baca Juga: Marinir Turunkan 4 Jenis Kendaraan Amfibi di HUT Ke-79 TNI
Sebelumnya KD Lekir melakukan port visit ke Jakarta selama empat hari, yaitu dari 26-29 September. Yoni mengatakan, kunjungan persahabatan tersebut dalam rangka mempererat hubungan kedua negara, terutama TNI AL dan TLDM.
Terpisah, Komandan KRI Cakalang Mayor Laut (P) Wijaksono menjelaskan selama menjalankan pengawasan di laut, kedua kapal angkatan laut itu melakukan latihan manuver bersama seperti proses transfer dukungan logistik dari satu kapal ke kapal lainnya (RAS) approach.
"Kemudian, latihan kibaran isyarat bendera (flaghoist), latihan komunikasi antarkapal menggunakan isyarat cahaya dalam bentuk kode morse (flashex), dan semapur," jelasnya.
Baca Juga: Tank Harimau, Senapan AM-1 Hingga Ranpur Anoa Dipamerkan di Filipina
Dia mengatakan, rangkaian latihan tersebut bertujuan meningkatkan profesionalisme prajurit TNI AL sekaligus menjalankan peran diplomasi militer dengan negara asing.

"Kegiatan ini bagian dari upaya mempertahankan kesiapan dan kemampuan prajurit dalam melaksanakan tugas pengamanan kapal asing yang berlayar di wilayah NKRI," kata Wijaksono.
Baca Juga: Sebanyak 3 Kapal Satuan Amfibi Koarmada III Berganti Komandan
KRI Cakalang-852 kapal patroli cepat 43 meter
KRI Cakalang secara resmi dikukuhkan sebagai alutsista TNI AL, pada 2016 lalu. Kapal ini memiliki persenjataan meriam dan mitraliur kaliber 30 mm dan kaliber 12,7 mm.
Kapal patroli cepat 43 meter itu memiliki panjang 44,40 meter, lebar 7,4 meter, dan tinggi tengah 3,4 meter. Kapal ini memiliki mesin utama 3x1.800 Hp dengan putaran mesin 2.300 rpm.
Kecepatan maksimum KRI Cakalang mencapai 24 knot, kecepatan jelajah 17 knot dan daya jangkau 1.632 mil laut. Kapal dengan bobot 230 ton ini mampu memuat tanki bahan bakar hingga 56.000 liter. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































