Selesaikan Misi Kemanusiaan, TNI AU Berhasil Mengevakuasi 344 WNI dan 15 WNA dari Sudan

Jakarta, IDM - TNI Angkatan Udara (TNI AU) berhasil menyelesaikan misi evakuasi terhadap 344 warga negara Indonesia (WNI) dan 15 warga negara asing (WNA) keluar dari Sudan.
Demikian disampaikan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo dalam konferensi pers usai menyambut kedatangan 75 WNI di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (1/5).
"WNI yang kami bawa khususnya oleh pesawat TNI AU sejumlah 344 dan juga ada 15 WNA," ungkap KSAU.
Baca Juga: Untuk Pertama Kalinya Pangdam Jaya Kumpulkan 1700 Prajurit Secara Serentak, Ada Apa?
Ratusan WNI dan belasan WNA tersebut berhasil dibawa keluar dari Sudan dalam 4 kali penerbangan dengan menggunakan pesawat Boeing-737 melalui rute Port Sudan menuju Jeddah Arab Saudi.

"Total (penerbangan) yang sudah kami laksanakan dari TNI AU sebanyak 4 penerbangan, melalui Port Sudan menuju Jeddah, bolak balik," jelas Fadjar.
Langkah evakuasi ini dilakukan sebagai imbas dari konflik bersenjata yang terjadi di antara Sudan Armed Forces dan Rapid Support Forces sejak 15 April 2023. Konflik tersebut telah menciptakan instabilitas keamanan dan mengancam keselamatan masyarakat, termasuk para WNI yang berada di sana.
Baca Juga: Begini Cara Batalyon Intai Amfibi 1 Marinir Cek Kesiapan Operasional
Untuk itu, pemerintah mengerahkan Satuan Tugas (Satgas) untuk membantu ratusan WNI keluar dari Sudan. Dalam misi kemanusiaan ini, TNI AU dilaporkan mengerahkan pesawat Boeing-737 A-7305 dari Skadron Udara 17 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta dengan mission commander Kolonel Pnb Noto Castono.
Secara umum, jumlah personel yang tergabung dalam Satgas ini berjumlah 39 orang, termasuk di dalamnya kru pesawat, personel Satbravo-90 Kopasgat, tim kesehatan, psikolog, BAIS TNI, Puspen TNI dan staf Kementerian Luar Negeri (Kemlu). (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































