Sebelum Menuju Lebanon, Satgas TNI Konga UNIFIL Singgah di Mesir

Jakarta, IDM - Dalam pelayaran menuju Lebanon, KRI Frans Kaisiepo-368 yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Maritime Task Force (MTF) TNI Konga XXVIII-N/UNIFIL singgah di Port Said, Mesir, Senin (26/12).
Sebelum tiba di Mesir, KRI Frans Kaisiepo-368 terlebih dahulu melewati Terusan Suez yang membelah negeri piramida itu, untuk mempersingkat etape terakhir dalam pelayaran lintas laut menuju Lebanon, tanpa harus memutari benua Afrika.
Saat singgah di Port Said, KRI Frans Kaisiepo-368 disambut oleh Wakil Kepala Perwakilan RI untuk Mesir M Aji Surya bersama asisten Atase Pertahanan (Asathan) untuk Mesir Mayor (Mar) Aji Purnomo.
"Selamat datang Dansatgas Letkol Laut (P) John David Nalasakti Sondakh beserta prajurit yang akan mengemban misi sebagai duta perdamaian dunia di Lebanon," ujarnya dikutip dari laman TNI AL, Rabu (28/12).
Selama singgah di Mesir, para prajurit Satgas MTF TNI Konga XXVIII-N/UNIFIL juga menerima berbagai informasi terkait budaya, situasi dan kondisi terkini di Mesir sebagai panduan bagi seluruh prajurit selama beraktivitas di Port Said, Mesir.
Baca: Jadi Sinterklas, Prajurit Kostrad Bawa 10 Ekor Babi Gemuk untuk Warga Papua
Satgas MTF TNI Konga XXVIII-N/UNIFIL terdiri dari 103 anak buah kapal, sembilan kru helikopter, dan tujuh personel pendukung. Mereka ditugaskan menjalani misi perdamaian yang akan berlangsung selama satu tahun di Lebanon. (at)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































