Sebanyak 57 Prajurit Muda TNI AD Terima Baret Yudha Wastu Pramuka

Jakarta, IDM – Sebanyak 57 prajurit muda TNI AD terpilih menerima Baret Yudha Wastu Pramuka dalam upacara penutupan latihan di Pantai Jangkar, Situbondo beberapa waktu lalu.
Baca Juga: KSAL Tinjau Fasilitas Produksi Helikopter Anti-Kapal Selam di Italia, Lirik AW159?
Dilansir keterangan dari Pendam Kodam V Brawijaya, Kamis, (30/5) latihan ini dilakukan intensif bagi prajurit muda TNI AD. Para prajurit pun diberikan penghargaan atas keberhasilan mereka.

"Penyematan baret ini menunjukkan kemampuan mereka dalam medan pertempuran. Oleh karena itu, para prajurit harus menjaga kehormatan, dekat dengan senjata, dan memiliki keimanan yang kuat," kata Komandan Resimen Induk Kodam V/Brawijaya, Kolonel Inf Mukhamad Albar yang memimpin upacara penyematan ini.
Baca Juga: Kunjungan Kerja ke Italia, KSAL Kunjungi Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi
Ia pun berharap ke depan para prajurit siap mengemban tugas dengan tanggung jawab dan siap untuk bertempur di medan pertempuran. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































